29/08/15

Penerapan E-Business & E-Commerce Beserta Contoh

Penerapan E-Business & E-Commerce Beserta Contoh - Syarat utama yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan yang ingin mengimplementasikan konsep e-Bisnis adalah bahwa manajemen perusahaan benar-benar memahami filosofi dasar dari konsep e-Bisnis. Setelah itu barulah harus memiliki Kemauan dan Kemampuan. Kemauan artinya keinginan, inisiatif, komitmen, dan dukungan dari segenap pimpinan dan manajemen perusahaan untuk mengimplementasikan konsep e-Bisnis di institusi yang dikelolanya. Aspek ini diperlukan karena seringkali inisiatif penerapan e-Bisnis memerlukan paradigma dan pandangan baru terhadap bagaimana cara-cara mengelola bisnis dari segenap sumber daya perusahaan.

Kemampuan berarti perusahaan memiliki sumber daya yang cukup untuk mewujudkan Kemauan tersebut, seperti :
  • Sumber Daya Manusia dengan kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan
  • Dukungan finansial yang memadai
  • Keberadaan fasilitas teknologi informasi yang terkait (aplikasi, database, komputer, internet dan infrastruktur)
  • Kerjasama kondusif dengan berbagai mitra bisnis
Penerapan E-Business & E-Commerce Beserta Contoh_
image source: www.linkedin.com

Ketika E-business terjadi, maka terciptalah Marketplace atau Marketspace. “Marketspace” adalah arena di dunia maya (internet), tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli secara bebas seperti layaknya pasar di dunia nyata. Mekanisme yang terjadi di marketspace pada hakikatnya diadopsi dari konsep “pasar bebas” dan “pasar terbuka”, dalam arti kata siapa saja terbuka untuk masuk ke arena tersebut dan bebas melakukan berbagai inisiatif bisnis yang mengarah pada transaksi pertukaran barang atau jasa. Jika penggunaan database dan homepage tersebut mengarah pada usaha-usaha agar terjadi inisiatif pertukaran barang atau jasa secara langsung maupun tidak langsung, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut berada dalam tahap awal pengembangan e-Business.

Sementara sejumlah praktisi manajemen menganggap bahwa sebuah perusahaan telah benar-benar menerapkan konsep e-Business jika sebagian besar proses bisnis dan sumber daya informasinya telah secara signifikan (dan mayoritas) dikelola dengan menggunakan beragam teknologi informasi (terutama internet). E-business yang diterapkan di negara-negara berkembang saat ini telah melalui suatu evolusi dengan berprinsipkan pada kehati-hatian. Evolusi e-business tersebut adalah sebagai berikut :

1. Tahap Inform
Tahap ini berawal ketika seorang dari perusahaan memiliki suatu ide membuat program (software) kecil yang berbasiskan internet. Memang hal ini tidak menciptakan keuntungan yang besar bagi perusahaan, karena hanya berisikan hal-hal sederhana berjangka pendek. Namun menjadi suatu titik awal untuk memasarkan produk yang dibuat agar diketahui oleh para konsumen.

2. Tahap Automate
Setelah konsep-konsep tersebut diimplementasikan dalam suatu e-business, maka sekarang yang dilakukan adalah mengintegrasikannya dalam ruang lingkup perusahaan tersebut. Hal ini didasarkan pada rangkaian proses yang saling berhubungan, yang dibantu oleh aplikasi e-business. Value yang dituju pada tahapan ini adalah efektivitas, yaitu sebuah hal yang pada awalnya sangat sulit untuk dilakukan, tetapi dengan adanya aplikasi e-business hal-hal baru dapat dilakukan oleh perusahaan.

3. Tahap Integrate
Tahap selanjutnya adalah mengintegrasikan proses bisnis di dalam perusahaan dengan entiti atau perusahaan lainnya. Bedanya dengan automate yang lebih menekankan pada target efektivitas, pada integrate tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan dan mengembangkan kinerja perusahaannya secara signifikan. Level integritas proses bisnis antara perusahaan dengan pihak luar pada tahapan ini sangat tinggi; bahkan tidak jarang dibutuhkan suatu manajemen integrasi proses bisnis yang online dan real-time. Value terbesar yang diperoleh perusahaan di sini adalah meningkatnya keunggulan kompetitif (hal yang membedakan perusahaan dengan para pesaingnya).

4. Tahap Reinvent
Tahap terakhir di dalam evolusi dapat secara efektif diimplementasikan jika ada perubahan paradigma mendasar dari manajemen perusahaan, terutama yang berkaitan dengan cara mereka melihat bisnis yang ada. Tahap ini dinamakan sebagai “reinvent” karena perusahaan yang telah memiliki pengalaman sukses menerapkan konsep e-business pada tiga tahap sebelumnya ditantang untuk mendefinisikan ulang mekanisme dan model bisnisnya dengan berpedoman pada peluang-peluang usaha baru yang ditawarkan oleh e-business. Kata kunci di dalam tahap ini adalah “business transformation” dan “industry convergence”; dimana karena semakin kaburnya batas-batas segmen industri yang ada, perusahaan dapat menawarkan berbagai jenis produk atau jasa yang belum pernah terfikirkan sebelumnya, yang pada akhirnya dapat merubah bisnis inti yang sedang digelutinya. Hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah bahwa perusahaan tidak dapat menerapkan konsep e-business murni tanpa adanya hubungan jejaring dengan berbagai mitra bisnis (internetworking).

Salah satu aktivitas manusia adalah berdagang (bisnis). Dan perdagangan yang sangat populer saat ini dikenal dengan sebutan e-Business. E-Business memiliki banyak pengertian. Di antaranya adalah :
  1. Praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama, seperti perancangan produk, bahan baku, manufaktur, penjualan dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi data yang telah terkomputerisasi.
  2. Mengelola bisnis di internet yang terkait dengan penjualan, pembelian, pelayanan terhadap konsumen, dan kolaborasi dengan rekan bisnis.
  3. Aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi.
  4. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan bisnis yang dijalankan pada internet, atau penggunaaan teknologi internet untuk meningkatkan produktivitas dan keutungan dari suatu bisnis.
  5. Penggunaan teknologi internet untuk melakukan transformasi proses bisnis yang dilakukan.
  6. Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang berbeda dengan mengkombinasikan sistem dan proses yang menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi internet.
Berdasarkan beberapa definisi e-bisnis yang dikemukakan di atas, kita dapat menggabungkannya ke dalam suatu definisi e-business yang utuh dengan melihat kesamaan dari setiap definisi tersebut dan menggabungkannya menjadi definisi berikut.

E-bisnis adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh organisasi, individu, atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga dapat memberikan keuntungan dapat berupa berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi, optimasi, efisiensi, atau/dan peningkatan produktivitas dan profit.

Untuk dapat memahami sepenuhnya definisi dari e-business, kita dapat mengklasifikasikannya dari 4 sudut pandang, yaitu :

1. What
Menjelaskan aktivitas apa saja yang ada di dalam e-business, yaitu aktivitas relasi antara dua perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, maupun pertukaran informasi antar perusahaan dan perusahaan dengan pesaing bisnisnya.

2. Who
Menjelaskan siapa saja yang terlibat di dalam aktivitas e-business tersebut. Mereka adalah semua pihak atau entiti yang melakukan interaksi dalam suatu proses bisnis. Paling tidak ada tujuh (A sampai G) klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan e-business, yaitu : Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe e-Commerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya (end consumersnya). Atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan eksport dan import. Atau D-to-D yangmenghubungkan antara dua peralatan canggih teknologi informasi seperti antaraPDA dengan Handphone. Atau B-to-F yang menghubungkan sebuah perusahaanpenjual barang-barang kebutuhan rumah tangga dengan berbagai keluarga.

3. Where
Menjelaskan dimana saja aktivitas bisnis dapat dilakukan. Dan penjelasannya adalah aktivitas e-business dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun kita hendak melakukannya. Tidak ada batasan wilayah yang membatasi wilayah ataupun daerah aktivitasnya.

4. Why
Menjelaskan mengapa para praktisi bisnis diseluruh dunia sepakat mengimplementasikan e-business. Penerapan konsep e-business secara efektif tidak saja menguntungkan perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat dihemat (cost cutting), tetapi justru memberikan kesempatan perusahaan untuk meningkatkan level pendapatannya (revenue generation) secara langsung maupun tidak langsung. Dengan mengimplementasikan e-business, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat. 

Disamping itu, terbukti telah banyak perusahaan yang melakukan transformasi bisnis (perubahan bisnis inti) setelah melihat besarnya peluang bisnis baru di dalam menerapkan konsep e-business. Yang tidak kalah menariknya adalah, bahwa dengan menerapkan konsep jejaring (internetworking), sebuah perusahaan berskala kecil dan menengah dapat dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan raksasa untuk menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan. Dan tidak jarang pula teradapat sebuah perusahaan berskala kecil (dilihat dari jumlah karyawannya) yang pendapatannya dapat melebihi perusahaan menengah maupun besar karena strategi efektif mereka dalam menerapkan e-business.

Internet membawa perubahan cukup besar terhadap bisnis danmelahirkan istilah yang disebut e-business. Kotler (2003) mendefinisikan e-business sebagai “penggunaan alat atau platform elektronis untuk melaksanakan bisnis perusahaan”. Secara lebih jelas, O’Brien (2001) mendefinisikan sebagai “penggunaan teknologi-teknologi Internet untuk menghubungkan dan memberdayakan proses bisnis, perdagangan elektronis, dan komunikasi dan kolaborasi di dalam sebuah perusahaan dan dengan para pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis yang lain”. Sebagaimana tersirat dalam definisi e-business di depan, e-business mencakup tiga bagian yaitu sistem komunikasi dan kolaborasi, perdagangan elektronis, dan sistem bisnis internal.

a. Sistem Komunikasi dan Kolaborasi
Dalam sistem komunikasi dan kolaborasi perusahaan, para anggota tim kerja dapat melakukan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi dengan menggunakan teknologi seperti surat elektronis, sistem chat, dan bahkan videokonfrensi.perlu diketahui:
  • Koordinasi berarti menyelaraskan setiap usaha yang dilakukan masing-masing individu dalam suatu kelompok kerja. 
  • Komunikasi berarti berbagi informasi. 
  • Kolaborasi berarti bekerja sama dalam melaksanakan suatu tugas atau proyek

b.Sistem Bisnis Internal
Sistem bisnis internal digunakan untuk melayani proses atau bisnis secara internal. Dengan menggunakan sistem seperti ini, seorang manajer yang sedang bepergian dapat mengakses basis data perusahaan yang terdapat pada server dengan mudah. Beberapa hal yang bisa ditangani melalui sistem bisnis internal adalah sebagai berikut:
  • Pemrosesan transaksi secara internal: misalnya pesanan penjualan dapat dimasukkan oleh pemasar dari jarak jauh.
  • Portal perusahaan, yaitu sarana informasi berbasis web yang ditunjukkan secara khusus untuk pegawai perusahaan yang bersangkutan.
  • Pemantauan aktivitas dalam perusahaan
  • Pengendalian proses
  • Sistem pendukung manajemen

c.Sistem perdagangan Elektronis
Perdagangan elektronis atau e-commerce adalah segala bentuk kegiatan pembelian dan penjualan, pemasaran produk, jasa, dan informasi yang dilakukan secara elektronis. Domain e-commerce berupa B2B, B2C, C2B, C2C

i. B2B (Business to Business)
B2B menyatakan bentuk jual beli produk atau jasa yang melibatkan dua atau beberapa perusahaan dan dilakukan secara elektronis. Kebanyakan traksasi dilakukan secara langsung antara dua sistem, dan model seperti ini sudah banyak diterapkan.

Keuntungan B2B:
  • Mempercepat transaksi antara penjual dan pembeli
  • Menurunkan biaya transaksi kedua belah pihak
  • Menciptakan pasar baru tanpa dibatasi oleh wilayah geografis
  • Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara penjual dan pembeli

ii.B2C (Business to Constumer)
B2C adalah bentuk jual-beli produk yang melibatkan perusahaan penjual dan konsumen akhir yang dilakukan secara elektronis. B2C banyak diminati oleh pemakai Internet karena pembelian produk dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Selain itu umumnya harga produk lebih murah dan konsumen bisa membayar dengan kartu seperti Master Card dan Visa Card.

Perusahaan-perusahaan terkenal yang melayani B2C antara lain adalah Dell (www.dell.com), Cisco (www.cisco.com), dan Amazon (www.amazon.com).

iii.C2C (Constumer to Constumer)
C2C atau yang biasa disebut Person to person, menyatakan model perdagangan yang terjadi antara konsumen dengan konsumen yang dilakukan secara elektronis.

Situs seperti eBay (www.ebay.com) menyediakan sarana yang memungkinkan orang-orang dapat menjual atau membeli barang di antara mereka sendiri.

iv.C2B (Constumer to Business)
Beberapa situs telah berinisialisasi untuk mendukung bisnis yang berbasiskan konsumen to pebisnis. Ini memungkinkan seseorang menjual sesuatu kepada perusahaan.

contoh, Priceline.com

2.Intranet dan Extranet
Intranet adalah jaringan komputer dalam sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi internet, sehingga terbentuk lingkungan yang seperti internet tetapi bersifat privat bagi perusahaan yang besangkutan.
Kadangkala Intranet juga dihubungkan ke jaringan Internet, dengan dilengkapi firewall. Firewall pada dasarnya adalah suatu metode yang menempatkan suatu piranti (sebuah komputer) atau sebuah router diantara jaringan dan Internet untuk mengontrol dan memantau seluruh lalu lintas antara dunia luar dan jaringan lokal. Dengan cara seperti ini, akses oleh orang dari luar perusahaan dapat ditolak, tetapi pemakai di dalam perusahaan tetap bisa mengakses Internet.
Ekstranet adalah jaringan privat yang menggunakan teknologi Internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membentuk hubungan yang aman antara pemasok, vendor, mitra kerja, pelanggan dan pihak bisnis lainnya dalam rangka mendukung operasi bisnis atau pengaksesan informasi bisnis.
Ekstranet dapat dipandang sebagai sebuah Intranet yang dapat diakses melalui pemakai yang berada di luar perusahaan. Dalam implementasinya, Ekstranet dapat menggunakan hubungan internal yang aman antara kedua belah pihak yang akan berkomunikasi (melalui virtual private network) ataupun melalui jaringan Internet yang tak aman tetapi dilengkapi dengan enkripsi data.
Extranet dapat digunakan untuk melakukan hal-hal berikut:
Pertukaran data dengan volume besar menggunakan EDI (Electronic Data Interchange)
Berbagi katalog produk dengan pedagang
Kerjasama dengan perusahaan lain dalam usaha pengembangan patungan
Menyediakan layanan oleh sebuah perusahaan terhadap sejumlah perusahaan dalam grupnya.
Berbagi informasi yang ditujukan secara khusus untuk perusahaan-perusahaan mitra kerja.

Nilai Bisnis Internet
Dewasa ini banyak perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan situs-situs perdagangan elektronis. 

Berbagai alasan yang mendasari antara lain:
  • Menghasilkan pendapatan baru melalui penjualan on-line
  • Memperkecil biaya melalui penjualan dan dukungan pelanggan secara on-line
  • Menarik pelanggan baru melalui pemasaran dan iklan web dan penjualan secara on-line
  • Meningkatkan loyalitas pelanggan lama melalui peningkatan layanan dan dukungan Web.
  • Mengembangkan pemasaran dan saluran distribusi yang baru yang berbasis Web untuk produk-produk sekarang
  • Membuat produk-produk baru agar segera bisa diakses melalui Web.

Sebagai contoh, Gramedia (www.gramedia.co.id) mendukung pembelian buku secara on-line untuk meningkatkan penjualan selain melalui toko-toko konvensionalnya.

Organisasi Virtual
Dukungan Internet untuk bisnis akhirnya melahirkan organisasi yang dikenal dengan sebutan organisasi virtual (virtual organization). Yang dimaksud dengan organisasi virtual adalah suatu jaringan komunikasi yang independen yang dihubungkan melalui teknologi informasi dengan tujuan untuk mengeksploitasi peluang pasar dengan berbagai keterampilan, biaya, dan akses pasar. Organisasi seperti ini biasa beroperasi berdasarkan proyek, namun ada juga yang beroperasi secara permanen. Umumnya, organisasi seperti ini memiliki sedikit sekali pegawai tetap dan administrasi secukupnya saja. Ketika terdapat proyek baru, organisasi akan menghimpun sumber daya dari organisasi-organisasi mitra kerja.

Global Research Consortium (GRC) (www.worldvest.com) merupakan contoh organisasi visual. Perusahaan ini menawarkan layanan penelitian dan konsultasi kepada perusahaan-perusahaan yang berbisnis di asia dengan hanya memiliki tiga pegawai tetap. Ketika ada proyek baru, organisasi ini akan melakukan subkontrak pekerjaan ke beberapa konsultan dan peneliti independen yang telah memiliki hubungan dengannya.

E-intermediary
E-commerce melahirkan pula perantara yang berbasis internet dan dikenal dengan sebutan E-intermediary. E-intermediary adalah para anggota saluran distribusi internet yang melakukan salah satu atau dua fungsi berikut:
Mereka mengumpulkan informasi tentang para penjual dan menyajikannya dalam bentuk yang praktis kepada para konsumen
Mereka membantu menyalurkan produk-produk internet ke konsumen
Tiga macam e-intermediary yang terkenal saat ini yaitu penjual bersindikat (syndicated seller), agen pembelanjaan ( shopping agent), dan makelar bisnis ke bisnis (business to business broker).

i. Penjual Bersindikat
Penjual bersindikat adalah sebuah situs Web yang menawarkan hubungan dengan konsumen ke situs-situs Web lain dan atas jasa ini Web yang menghubungkan ke Web lain akan mendapatkan komisi. Hubungan dibentuk melalui iklan yang dipampangkan dalam halaman Web. Konsumen akan dihubungkan ke Web yang bersangkutan sekiranya mengklik gambar iklan tersebut. Sebagai contoh, banyak situs yang menayangkan iklan dari toko buku online amazon.com

ii. Agen pembelanjaan
Agen pembelanjaan (dikenal dengan sebutan e-agent) merupakan suatu situs Web yang membantu para konsumen dengan memberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan konsumen dalam rangka membuat keputusan pembelian. Perantara seperti ini umumnya tidak memiliki produk. Yang menjadi fokus perantara ini adalah menyediakan informasi dari sejumlah situs web yang lain yang menjual produk yang dicari konsumen. Sebagai contoh, PriceSCAN merupakan e-agent terkenal untuk mencari informasi tentang komputer dan berbagai bentuk lain dengan harga.

iii. Makelar Bisnis ke Bisnis
Seperti halnya e-agent, makelar bisnis ke bisnis tidak memiliki produk. Perantara ini menyediakan sarana komunikasi antarpebisnis. Sebagai contoh, edfex menyediakan informasi yang sangat baru tentang produk dan harga yang berasal dari para pemasok dan pembeli.

M-Commerce dan Teknologi WAP
M-commerce (mobile commerce) dikenal sebagai generasi berikutnya dari e-commerce. M-commerce adalah bentuk penjualan dan pembelian produk yang dilakukan melalui peranti seperti telepon selular atau PDA. Dengan menggunakan peralatan ini, pemakai dapat mengakses Internet tanpa memerlukan PC.

Teknologi yang mendasari M-commerce adalah WAP (Wireless Application Protocol). WAP diperkenalkan oleh industri-industri yang tergabung dalam WAP forum untuk menghubungkan klien yang mempergunakan peranti nirkabel (tanpa kabel) dengan Internet. Dengan adanya WAP, kebutuhan-kebutuhan khusus atas jaringan nirkabel yang memungkinkan pelaku komunikasi dapat bergerak bebas menjadi terpenuhi.

Prinsip komunikasi WAP dapat dilihat pada gambar dibawah. Klien WAP berkomunikasi dengan gateway WAP dengan mengirimkan permintaan WAP dalam format WAP. Permintaan WAP tersebut kemudian ditranslasikan menjadi format HTTP, yang kemudian dikirimkan ke server HTTP. Hal ini memungkinkan klien WAP mengirim permintaan-permintaan ke server Web.

Gateway WAP menyampaikan permintaan dari klien (permintaan WAP) dalam bentuk WML(sebagai penerima HTTP). WML(wireless Markup language) adalah bahasa semacam HTML yang lebih sederhana dan terdefinisisecara lebih baik.


Related Posts

Penerapan E-Business & E-Commerce Beserta Contoh
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email