21/01/16

Memahami Konsep Logical Database Design Pada Basis Data

Memahami Konsep Logical Database Design Pada Basis Data - Logical database design adalah proses pembuatan suatu model informasi yang digunakan pada perusahan berdasarkan pada model data yang spesifik, tetapi tidak tergantung dari Database Management System (DBMS) yang khusus dan pertimbangan fisik yang lain (Connolly,2002,p441). Melalui artikel ini diharapkan dapat mengetahui dan memahami mengenai logical database design.

Memahami Konsep Logical Database Design Pada Basis Data_
image source: logo-designer.co
baca juga: Memahami Metode Conceptual Database Design Pada Basis Data

DBMS adalah software yang memungkinkan pemakai untuk mendefinisi, membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke basis data (Connolly,2002,p16).

Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh DBMS antara lain :
  1. Memperbolehkan user untuk mendefinisikan basis data.
  2. Memperbolehkan user untuk menambah , mengubah, dan menghapus serta mengambil data dari basis data.
  3. Menyediakan kontrol akses ke basis data. Seperti security, integrity, concurrency control, recovery control system dan user-accessible catalog.

Langkah kedua : membuat dan memvalidasi local logical data model untuk setiap pandangan. Bertujuan untuk membuat local logical data model dari local conceptual data model yang mempresentasikan pandangan khusus dari perusahaan dan memvalidasi model tersebut untuk menjamin kebenaran strukturnya (dengan menggunakan teknik normalisasi) dan menjamin bahwa model tersebut mendukung kebutuhan transaksi.

Pada perancangan model logical langkah kedua, tahapan-tahapannya adalah :

a. Menghilangkan features yang tidak compatible dengan model relasional (pilihan). Bertujuan untuk menghasilkan model yang kompatibel dengan model relasional. Yaitu dengan :
  • Menghilangkan many-to-many (*:*) binary relationship types 
  • Menghilangkan many-to-many (*:*) recursive relationship types 
  • Menghilangkan complex relationship types 
  • Menghilangkan multi-valued attributes 

b. Memperoleh relasi untuk local logical data model.

Bertujuan untuk membuat hubungan logical model yang mewakili entity, relationship dan attribute yang telah didefinisi. Mendeskripsikan komposisi tiap hubungan memakai Database Definition Language (DDL) untuk relasi yang diikuti dengan daftar dari relasi attribute yang mudah lalu mengidentifikasikan primary key dan foreign key dari suatu relasi. Untuk memperoleh relasi untuk local data model, maka diperlukan penjelasan untuk mendeskripsikan struktur yang mungkin dalam data model saat ini.

Bahasa dalam basis data dapat dibedakan menjadi dua bentuk :

- Data Definition Language (DDL)

DDL merupakan bahasa dalam basis data yang memungkinkan pengguna untuk membuat atau menghapus basis data, membuat atau menghapus tabel membuat struktur penyimpanan tabel. Hasil dari kompilasi DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut dengan kamus data.

- Data Manipulation Language (DML)

DML merupakan bahasa dalam basis data yang memungkinkan pengguna untuk melakukan manipulasi data pada suatu basis data, seperti menambah, mengubah, menghapus data dari suatu basis data.

Langkah ketiga : Membuat dan memvalidasi global logical data model. Bertujuan untuk menyatukan local logical data model menjadi global logical data model.

Pada perancangan model logikal langkah ketiga, tahapan-tahapannya adalah :

a. Menggabungkan local logical data model menjadi global model
Pada langkah ini, setiap local logical data model menghasilkan E-R diagram, skema relasional, kamus data dan dokumen pendukung yang mendeskripsikan constraints dari model.

Beberapa tugas yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut :
  • Memeriksa kembali nama dan isi dari entities dari relationships dan candidate key.
  • Memeriksa kembali nama dan isi dari relationships/ foreign keys.
  • Menggabungkan entities atau hubungan dari local data model.
  • Mengikutsertakan (tanpa menggabungkan) entities atau relationships yang unik pada tiap local data model.
  • Menggabungkan relationships atau foreingn key dari local data model.
  • Mengikutsertakan (tanpa menggabungkan) relationships atau foreign key unik pada tiap local data model.
  • Memeriksa untuk entities (hubungan) dan relationships atau foreign key.
  • Memeriksa integrity constraints.
  • Menggambarkan ER-diagram.
  • Melakukan update dokumen.

b. Memvalidasi global logical data model
Bertujuan untuk memvalidasi relasi yang dibuat dari global logical data model dengan teknik normalisasi dan menjamin bahwa model tersebut mendukung kebutuhan transaksi

c. Mengecek pertumbuhan yang akan datang
Bertujuan untuk menentukan apakah ada perubahan yang signifikan seperti keadaan yang tidak terduga dimasa mendatang dan menilai apakah model logikal tersebut dapat menampung atau menyesuaikan perubahan yang terjadi.

d. Melihat kembali global logical data model dengan pengguna
Bertujuan untuk menjamin model data logikal yang bersifat global telah tepat untuk perusahaan.

STUDY KASUS

No.1

Soal Kasus.

Koperasi XYZ adalah sebuah koperasi yang mengelola simpan pinjam bagi para anggotanya, berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh bagian Kredit dalam menangani pemberian pinjaman bagi para anggotanya.

Setiap kali bagian kredit akan memberikan pinjaman kepada Anggota maka Anggota diharuskan mengisi Formulir Permohonan Pinjaman yang berisi Nomor FPP, Tanggal Permohonan, Nomor Anggota, Nama Anggota, Jumlah Permohonan dan Keperluan (rincian data diambil dari analisa dokumen yang ada). Yang kemudian oleh Bagian Kredit dicatat dan disimpan kedalam Arsip FPP. Berdasarkan Arsip FPP tersebut Bagian Kredit membuat Bukti Peminjaman yang diberikan kepada Anggota yang berisi No. BP, tgl BP, Nomor Anggota, Nama Anggota, Jumlah Realisasi, Lama Angsuran, Jumlah Angsuran dan Bunga. Sebelum pemberian bukti terlebih dulu dilakukan pengecekan apakah anggota masih punya pinjaman, jika masih punya maka anggota diberitahukan penolakan pinjaman.

Setiap Bulan Anggota diharuskan membayar Angsuran sejumlah Angsuran yang disepakati pada saat Peminjaman yang kemudian oleh bagian Kredit dicatat dan direkam kedalam Arsip Angsuran. Berdasarkan Arsip Angsuran tersebut bagian Kredit membuat Bukti Angsuran yang diberikan kepada Anggota yang berisi No. BA, Tanggal BA, No. BP, Jumlah Angsur dan Bunga

Pada akhir bulan Bagian Kredit selalu membuat Laporan Peminjaman dan Laporan Angsuran yang diberikan Kepada Ketua Koperasi.

Lakukan analisis dan rancangan sistem sebagai berikut :
  • Model ER
  • Transformasi ER-D ke Relasi
  • Gambarkan Relasi-nya
  • LRS (Logical Record Structure)

No.2

Kasus:

Soal Kasus.

”RENTAL CILEDUG” adalah sebuah badan usaha yang mengelola penyewaan CD Lagu dan Film, bagi para anggotanya, berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh bagian penyewaan dalam menangani pemberian pinjaman bagi para anggotanya.

Setiap orang yang ingin menyewa CD haruslah menjadi anggota terlebih dahulu, untuk menjadi anggota tinggal mengisi formulir keanggotaan yang berisi nomor anggota, nama anggota sesuai KTP, nama panggilan, nomor KTP, alamat tempat tinnggal, nomor telepon rumah serta nomor HP. Dalam formulir tersebut juga tercantum aturan-aturan untuk menjadi anggota. Salah satunya poin yang tercantum adalah setiap yang ingin menjadi anggota diwajibkan untuk membayar uang keangotaan sebesar Rp. 10.000.

Setiap Anggota yang akan menyewa akan dicatat dalam buku peminjaman yang isinya nomor anggota, nama anggota dan CD yang di sewa, tanggal sewa dan tanggal harus kembali. Untuk sekali sewa setiap anggota boleh menyewa lebih dari satu CD tetapi dengan judul yang berbeda. Setiap mengembalikan CD anggota wajib membayar uang sewa sebesar ketentuan yang ada yaitu setiap CD mempunyai harga sewa per harinya. Jika pengembalian CD terlambat maka akan dikenakan biaya 10% per hari untuk setiap CD yang dipinjam. Jika CD yang dipinjam ternyata hilang maka diwajibkan untuk mengganti CD yang sama atau membayar sebesar harga CD yang tercantum ditambah uang sewa.

Pada akhir bulan Bagian penyewaan selalu membuat Laporan pendapantan penyewaan dan laporan kondisi CD yaitu yang tersedia dan yang disewa. Serta laporan CD-CD yang seharusnya sudah dikembalikan

Setelah membahas tentang metodologi perancangan basis data secara konseptual pada modul sebelumnya, pada modul yang kesembilan ini akan dibahas tentang studi kasus dalam lingkup perancangan basis data secara konseptual.

Studi kasus:

Administrasi akomodasi universitas XYZ

The director of the University XYZ accommodation office requires you to design a database to assist with the administration of the office. The requirement collection and analysis phase of the database design process has provided the following data requirements specification for the university accommodation office database followed by examples of query transaction that should be supported by the database.

- Data requirements

Students

The data stored on each full-time student includes: the matriculation number, name (first name, last name), home address (street, city, postcode), date of birth, sex, category of student (for example, first year undergraduate, post graduate), nationality, smoker (yes, no), special needs, any additional comments, current status (placed, waiting) and what course the student is studying on. The student information stored relates to those currently renting a room and those on the waiting list. Students may rent a room in a hall of residence or student flat.

When a student joins the university, he or she is assigned to a member of staff who acts as his or her advisor of studies. The advisor of studies is responsible for monitoring the student’s welfare and academic progression throughout his or her time at the university. The data held on a student’s advisor includes full name, position, name of department, internal telephone number and room number.

Halls of residence

Each hall of residence has a name, address, telephone number, a hall manager who supervises the operation of the hall. The halls provide only single rooms, which have a room number, place number, and monthly rent rate.

The place number uniquely identifies each room in all halls controlled by the accommodation office and is used when renting a room to a student.

Students Flats

The accommodation office also offers student flats. These flats are fully furnished and provide single-room accommodation for groups of three, four, or five students. The information held on student flats includes a flat number, address, and the number of single bedrooms available in each flat. The flat number uniquely identifies each flat.

Each bedroom in a flat has a monthly rent rate, room number, and a place number. The place number uniquely identifies each room available in all student flats and is used when renting a room to a student.

Leases

A student may rent a room in a hall or student flat for various periods of time. New lease agreement are negotiated at the start of each academic year with a minimum rental period of one semester and a maximum rental period of one year, which includes semesters 1, 2 and the summer semester. Each individual lease agreement between a student and the accommodation office is uniquely identified using a lease number.

The data stored on each lease includes the lease number, duration of the lease (given as semesters), name and matriculation number of the student, place number, room number, address details of the hall or student flat, and the date the student wishes to enter the room, and the date the student wishes to leave the room (if known).

Invoices

At the start of each semester each student is sent an invoice for the following rental period. Each invoice has unique invoice number.

The data stored on each invoice includes the invoice number, lease number, semester, payment due, student’s full name and matriculation number, place number, room number, and the address of the hall or flat. Additional data is also held on the payment of the invoice and includes the date the invoice was paid, the method of payment (cheque, cash, Visa, etc), the date the first and the second reminder is sent (if necessary).

Student flat inspections

Student flats are inspected by staff on a regular basis to ensure that the accommodation is well maintained. The information recorded for each inspection is the name of the member of staff who carried out inspection, the date of inspection, an indication of whether the property was found to be in a satisfactory condition (yes or no) and any additional comments.

Accommodation staff

Some information is also held on members of staff of the accommodation office and includes the staff number, name (first name and last name), home address (street, city, postcode), date of birth, sex, position (for example, accommodation office or hall). 

Courses

The accommodation office also stores a limited amount of information on the courses run by the university including the course number, course title (including year), course leader, internal telephone number, room number, and department name. Each student is associated with a single course.

Next-of-kin

Whenever possible, information on a student’s next-of-kin is stored which includes the name, relationship, address (street, city, postcode) and contact telephone number.

- Query transaction

Listed below are some common examples of query transaction that should be supported by the university accommodation office database system
  1. Present a report listing the manager’s name and telephone number for each hall of residence. 
  2. Present a report listing the names and matriculation numbers of students with the details of their lease agreement. 
  3. Display the details of lease agreement that include the summer semester. 
  4. Display the details of the total rent paid by a given student 
  5. Present a report on students that have not paid their invoices by a given date. 
  6. Display the details of flat inspections where the property was found to be in an unsatisfactory condition. 
  7. Present a report of the names and matriculation numbers of students with their room number and place number in a particular hall or residence. 
  8. Present a report listing the details of all students currently o the waiting list for accommodation 
  9. Display the total number of students in each student category. 
  10. Present the report of the names and matriculation numbers for all the students who have not supplied details of their next-of-kin. 
  11. Display the name and internal telephone number of the advisor of studies for a particular student. 
  12. Display the minimum, maximum, and average monthly rent for rooms in halls of residence. 
  13. Display the total number of places in each hall of residence. 
  14. Display the staff number, name, age and current location of all members of the accommodation staff who are over 66 years old today. 

Dari penjelasan diatas dapat diketahui entitas, hubungan antar entitas, multiplicity dan atribut-atribut dari setiap entitasnya.

Jawaban:

Langkah 1: mengidentifikasi tipe entitas yang ada

Entitas yang diidentifikasi:
  • invoices 
  • accommodation 
  • room 
  • flat 
  • hall 
  • student 
  • course 
  • NOK 
  • staff 
  • lease 
  • inspection 

Langkah 2: mengidentifikasi tipe hubungan
  • lease à invoices : generates 
  • student à lease : request 
  • room à lease : for 
  • accommodation à room : provide 
  • flat à accomodation : kind of 
  • hall à accommodation : kind of 
  • flat à inspection : has 
  • student à NOK : has 
  • staff à inspection : do 
  • staff à hall : manages 
  • student à course : take 

Langkah 3: mengidentifikasi atribut dari setiap entitas
  1. Student (matricNo, name (composite: fName, lName), address (composite: street, city, postcode), DOB, sex, category, nationality, smoker, special needs, comments, status)
  2. Course (courseNo, courseTitle, courseLeader, courseLeaderTelNo, courseLeaderRoomNo)
  3. Lease (leaseNo, duration (derived as dateLeave-dateEnter), name 
  4. (composite: fname, lname), matricNo, placeNo, roomNo, hallAddress/flatAddress, dateEnter, dateLeave)
  5. Accommodation (hallNo, flatNo)
  6. Flat (flatNo, fAddress, noOfRooms)
  7. Hall (hallNo, hName, hAddress, hTelNo, managerName)
  8. Room (placeNo, roomNo, monthlyRent)
  9. NOK (name (composite: fname, lname), relationship, address (composite: street, city, postcode), contactTelNo)
  10. Inspection (flatNo, iDate, condition, comments, inspStaffNo)
  11. Invoice (invoiceNo, semester, paymentDue, datePaid, paymentMethod, dateReminder1, dateReminder2)
  12. Staff (staffNo, name (composite: fName, lName), address (composite: street, city, postcode), DOB, sex, position, location)

Langkah 4: menentukan domain dari atribut


Untuk tabel diatas penjelasan untuk entitas dan domain atribut yang dijelaskan hanya dari satu entitas yaitu entitas student. Informasi yang dapat anda tambahkan adalah kolom keterangan yang dapat memberikan identifikasi dari atribut yang ada. Untuk entitas yang lain dapat anda lanjutkan sesuai dengan contoh diatas.

Langkah 5: menentukan primary key dari entitas

Berdasarkan data requirement dapat kita amati bahwa primary key dari setiap entitas adalah atribut yang dapat mengidentifikasi entitas secara unik.

Dari entitas student, atribut yang dapat mengidentifikasi secara unik adalah matricNo. Bagaimana dengan entitas yang lain?

Langkah 6: perhatikan kemungkinan penggunaan model EER

Dari keterangan data requirement terdapat kemungkinan model EER yaitu pada entitas Akomodasi sehingga dapat dituliskan sebagai berikut:


Gambar diatas menjelaskan bahwa hall dan flat merupakan bagian dari accommodation, antara entitas tersebut terdapat hubungan generalisasi.

Apakah ada bentuk EER yang lain dari data requirement?

Dari akhir langkah 6 dapat kita satukan entitas, hubungan, multiplicity, atribut dan primary key yang sudah teridentifikasi dalam diagram ER sebagai berikut:


Langkah 7: periksa model data yang redundan

- Periksa apakah ada 2 atau lebih entitas yang maksudnya sama
  • tidak ada entitas yang redundan

- Periksa apakah ada hubungan yang redundan
  • tidak ada hubungan yang berarti redundan

- Perhatikan dimensi waktu
  • tidak ada hubungan atau entitas yang redundan berdasarkan waktu

Langkah 8: validasi model data konseptual dengan transaksi user


Bagaimana dengan transaksi yang lain?

Langkah 9: review model data konseptual bersama user

Langkah untuk mereview boleh dilakukan pada saat anda melakukan perancangan basis data yang memang melibatkan user dalam pembuatannya. Untuk latihan tidak diperlukan.

Untuk perancangan konseptual hasilnya adalah sebuah ERD dan kamus data serta validasi transaksi untuk ERD yang sudah ada.

No.1

Soal Kasus.

Koperasi XYZ adalah sebuah koperasi yang mengelola simpan pinjam bagi para anggotanya, berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh bagian Kredit dalam menangani pemberian pinjaman bagi para anggotanya.

Setiap kali bagian kredit akan memberikan pinjaman kepada Anggota maka Anggota diharuskan mengisi Formulir Permohonan Pinjaman yang berisi Nomor FPP, Tanggal Permohonan, Nomor Anggota, Nama Anggota, Jumlah Permohonan dan Keperluan (rincian data diambil dari analisa dokumen yang ada). Yang kemudian oleh Bagian Kredit dicatat dan disimpan kedalam Arsip FPP. Berdasarkan Arsip FPP tersebut Bagian Kredit membuat Bukti Peminjaman yang diberikan kepada Anggota yang berisi No. BP, tgl BP, Nomor Anggota, Nama Anggota, Jumlah Realisasi, Lama Angsuran, Jumlah Angsuran dan Bunga. Sebelum pemberian bukti terlebih dulu dilakukan pengecekan apakah anggota masih punya pinjaman, jika masih punya maka anggota diberitahukan penolakan pinjaman.

Setiap Bulan Anggota diharuskan membayar Angsuran sejumlah Angsuran yang disepakati pada saat Peminjaman yang kemudian oleh bagian Kredit dicatat dan direkam kedalam Arsip Angsuran. Berdasarkan Arsip Angsuran tersebut bagian Kredit membuat Bukti Angsuran yang diberikan kepada Anggota yang berisi No. BA, Tanggal BA, No. BP, Jumlah Angsur dan Bunga

Pada akhir bulan Bagian Kredit selalu membuat Laporan Peminjaman dan Laporan Angsuran yang diberikan Kepada Ketua Koperasi.

Lakukan analisis dan rancangan sistem sebagai berikut :
  • Model ER
  • Transformasi ER-D ke Relasi
  • Gambarkan Relasi-nya
  • LRS (Logical Record Structure)

Memahami Metode Conceptual Database Design Pada Basis Data

Memahami Metode Conceptual Database Design Pada Basis Data - Conceptual database design adalah proses membangun suatu model berdasarkan informasi yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi, tanpa pertimbangan perencanaan fisik. Melalui artikel ini diharapkan dapat mengetahui dan memahami mengenai conceptual database design.

Memahami Metode Conceptual Database Design Pada Basis Data_
image source: designbuddy.com
baca juga: Memahami Teknik Normalisasi Lanjut Perancangan Basis Data

Langkah pertama : Membuat local conceptual data model untuk setiap pandangan yang spesifik. Local conceptual data model terdiri dari :

a. Entitiy types

Menurut Connoly (2002,p331), entity types adalah kumpulan objek yang mempunyai karakteristik yang sama, dimana telah diidentifikasi oleh perusahaan.Menurut Silberschatz (2002,p27), entity types adalah kumpulan dari entity yang memiliki tipe dan karakteristik yang sama.

Entity dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Strong Entity : entity yang keberadaannya tidak tergantung kepada entity lain (Fathansyah,1999,p94).
  2. Weak entity : entity yang keberadaannya tergantung dari entity lain (Fathansyah,1999,p94).


Contohnya adalah entity mahasiswa dan orang tua. Dimana mahasiswa merupakan strong entity dan orang tua merupakan weak entity karena keberadaan entity orang tua tergantung dari entity mahasiswa.

b. Relationship types

Menurut Connolly (2002,p334) definisi dari relationship types adalah kumpulan antar entity yang saling berhubungan dan mempunyai arti.

c. Attribute dan attribute domains

Attribute adalah karakteristik dari suatu entity atau relasi (Connolly,2002,p338). Setiap attribute diperbolehkan untuk memiliki nilai yang disebut dengan domain. Attribute domains adalah kumpulan dari nilai-nilai yang diperbolehkan untuk satu atau lebih attribute.

Ada beberapa jenis dalam attribute :

1) Simple attribute dan Composite attribute
Simple attribute adalah attribute yang terdiri dari komponen tunggal dimana attribute tersebut tidak dapat dipisahkan lagi, sedangkan composite attribute adalah attribute yang masih dapat dipisahkan menjadi beberapa bagian. Contoh dari simple attribute adalah nama_barang sedangkan untuk composite attribute adalah alamat pada entity mahasiswa, karena dalam alamat bisa dibagi menjadi bagian entiti jalan, entiti kode_pos dan entiti kota (Silberchatz,2002,p29).

2) Single-valued attribute dan Multi-valued attribute
Single-valued attribute adalah attribute yang memiliki satu nilai pada setiap entity, sedangkan multi-valued attribute adalah attribute yang mempunyai beberapa nilai pada setiap entity.Contoh dari single-valued attribute adalah Nim, nama_Mhs, tanggal_lahir, dan lain-lain. Sedangkan untuk multi-valued attribute contohnya adalah jam_pelajaran, hobi, dan lain-lain.

3) Derived attribute
Derived attribute merupakan attribute yang nilai-nilainya diperoleh dari hasil perhitungan atau dapat diturunkan dari attribute lain yang berhubungan (Silberschatz,2002,p30). Contohnya adalah attribute umur pada entity mahasiswa dimana attribute tersebut diturunkan dari attribute tanggal_lahir dan tanggal_hari_ini.

d. Primary key dan alternate keys

Primary key adalah key yang telah menjadi candidate key yang dipilih secara unik untuk mengidentifikasi suatu entity types. Candidate key adalah kumpulan attribute minimal yang unik untuk mengidentifikasikan suatu entity types (Connolly,2002,p340).

Alternate key adalah key yang digunakan sebagai alternatif dari key yang telah didefinisikan (Fathansyah,1999,p104).

e. Integrity constraints

Integrity constraints adalah batasan-batasan yang menentukan dalam rangka melindungi basis data untuk menghindari terjadinya inconsistent. (Connolly,2002,p457).

Pada tahap conceptual model,langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Mengidentifikasi entity types

Bertujuan untuk menentukan entity types utama yang dibutuhkan. Menentukan entity dapat dilakukan dengan memeriksa user’s requirement specification. Setelah terdefinisi, entity diberikan nama yang tepat dan jelas seperti mahasiswa, dosen, mata_kuliah.

b. Mengidentifikasikan relationship types

Bertujuan untuk mengidentifikasi suatu relationship yang penting yang ada antar entity yang telah diidentifikasi. Nama dari suatu relationship menggunakan kata kerja seperti mempelajari, memiliki mempunyai dan lain-lain.

c. Mengidentifikasi dan menghubungkan attribute dengan entity atau relationship types

Bertujuan untuk menghubungkan attribute dengan entity atau relationship yang tepat. Attribute yang dimiliki setiap entity atau relationship memiliki identitas atau karakteristik yang sesuai dengan memperhatikan attribute berikut : simple/composite attribute, single/multi-valued attribute dan derived attribute.

d. Menentukan attribute domain

Bertujuan untuk menentukan attribute domain pada conceptual data model. Contohnya yaitu menentukan nilai attribute jenis_kelamin pada entity mahasiswa dangan ‘M’ atau ‘F’ atau nilai attribute sks pada entity mata_kuliah dengan ‘1’, ’2’, ‘3’ dan ‘4’.

e. Menentukan candidate key dan primary key attributes

Bertujuan untuk mengidentifikasi candidate key pada setiap entity dan memilih primary key jika ada lebih dari satu candidate key. Pemilihan primary key didasari pada panjang dari attribute dan keunikan key di masa datang.

f. Mempertimbangkan penggunaan enhance modeling concepts (pilihan)

Pada langkah ini bertujuan untuk menentukan specialization, generalization, aggregation, composition. Dimana masing-masing pendekatan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Specialization dan generalization adalah proses dalam mengelompokan beberapa entity dan menghasilkan entity yang baru. Beda dari keduanya adalah cara prosesnya, dimana spesialisasi menggunakan proses top-down dan generalisasi menggunakan proses bottom-up.

Aggregation menggambarkan sebuah entity types dengan sebuah relationship types dimana suatu relasi hanya akan ada jika telah ada relationship lainnya.

g. Mengecek redundansi

Bertujuan untuk memeriksa conceptual model untuk menghindari dari adanya informasi yang redundan. Yang dilakukan pada langkah ini adalah :

- Memeriksa kembali one-to-one relationship.
Setelah entity diidentifikasikan maka kemungkinan ada dua entity yang mewakili satu objek. Untuk itu dua entity tersebut harus di-merger bersama. Dan jika primary key-nya berbeda maka harus dipilih salah satu dan lainnya dijadikan alternate key.

- Menghilangkan relasi yang redundansi.
Untuk menekan jumlah model data, maka relationship data yang redundan harus dihilangkan.

h. Memvalidasi conceptual model dengan transaksi.

Bertujuan untuk menjamin bahwa conceptual data model mendukung kebutuhan transaksi. Dengan menggunakan model yang telah divalidasi tersebut, dapat digunakan untuk melaksanakan operasi secara manual. Ada dua pendekatan yang mungkin untuk mejamin bahwa local conceptual data model mendukung kebutuhan transaksi yaitu :

- Mendeskripsikan transaksi
Memeriksa seluruh informasi (entities, relationship, dan attribute) yang diperlukan pada setiap transaksi yang disediakan oleh model dengan mendokumentasikan penggambaran dari tiap kebutuhan transaksi.

- Mengunakan transaksi pathways
Pendekatan kedua, untuk memvalidasi data model dengan keperluan transaksi yang melibatkan diagram yang mewakili pathways diambil dari tiap transaksi secara langsung yang terdapat pada E-R diagram menggambarkan komponen-komponen dari entity dan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan attribute-attribute yang merepresentasikan seluruh fakta dari real-world yang kita tinjau (Fathansyah,1999,p79). Sedangkan menurut Silberschartz (2002,p42), E-R diagram dapat menyatakan keseluruhan struktur logical dari basis data dengan menggunakan bagan.

i. Melihat kembali conceptual data model dengan pengguna.

Bertujuan untuk melihat kembali conceptual model dan memastikan bahwa data model tersebut sudah benar.

Sekian artikel tentang Memahami Metode Conceptual Database Design Pada Basis Data.

16/01/16

Mengenal Apa Itu VB.Net (Visual Basic .Net) Pengertian dan Contoh

Mengenal Apa Itu VB.Net (Visual Basic .Net) Pengertian dan Contoh - Teknologi .NET merupakan desain ulang dari Java dengan prinsip yang sama namun mempunyai tujuan yang berbeda. Jika Java mempunyai slogan write, one, run anywhere (tulis sekali, jalankan dimana saja), yang dapat diartikan satu bahasa Java untuk banyak platform, maka .NET juga menganut prinsip ini dengan tujuan yang berbeda, yaitu many language, one platform, yang artinya sebuah aplikasi Windows dapat dibangun dengan banyak bahasa. Sekarang telah dan sedang dikembangkan proyek implementasi .NET pada platform Linux, yaitu Mono, sehingga ke depan .NET akan mengikuti prinsip many language, many paltform.

Mengenal Apa Itu VB.Net (Visual Basic .Net) Pengertian dan Contoh_
baca juga: Sejarah Visual Basic Serta Kelebihan dan Kekurangan Visual Basic

.NET Platform merupakan satu set kumpulan teknologi yang memungkinkan teknologi internet ditransformasikan kedalam platform distributed computing dengan skalabilitas dan kompatibilitas yang tinggi. Secara teknikal .NET Platform menyediakan konsep pemrograman dengan library dan modul-modul baru yang konsisten, terlepas dari jenis bahasa pemrograman yang digunakan.

.NET Platform menyediakan hal-hal berikut bagi para developer :
  1. Language independent, dengan programming model yang konsisten di semua tier aplikasi yang dibangun.
  2. Interoperability dan kompatibilitas antar pemakai. 
  3. Kemudahan migrasi dari teknologi yang ada saat ini.
  4. Dukungan penuh terhadap berbagai teknologi standar yang digunakan dalam plattform internet antara HTTP,XML,SOAP dan HTML. 

Teknologi inti NET secara umum terdiri dari 4 area pokok yaitu :

1) .NET Framework

Teknologi .NET Framework adalah sebuah Application Programming Language (API), yaitu kumpulan kelas atau sebuah pustaka inti yang digunakan untuk melakukan pemrograman .NET. Kelas-kelas core (inti) .NET ini menyediakan berbagai macam kelas yang berfungsi untuk melakukan apapun yang diinginkan di lingkungan Windows, ataupun lingkungan WEB, mulai dari bekerja dengan data hingga bekerja dengan form (jendela) dan kontrol.

Berbeda dengan API Win32 seperti VB6 ke bawah yang bersifat prosedural, kini .NET bersifat Object Oriented penuh (OOP). Apapun yang akan anda lakukan pada .NET, anda harus membuat sebuah objek dari kelas yang mempunyai fungsi tertentu. Kelas-kelas ini dapat diakses melalui bahasa pemrograman .NET apapun. .NET mendukung multi languages sehingga bahasa menjadi masalah seni dan kesukaan saja karena yang diakses adalah pustaka API. Semua objek yang dipanggil dengan bahasa .NET tertentu akan mempunyai method, properti, dan event yang sama. Hasil akhir dari semua bahasa pemrograman .NET juga sama, yaitu bahasa Intermediate Language (IL) atau Microsoft Intermediate Language (MSIL), yaitu sebuah bahasa pertengahan yang dapat diakses oleh bahasa .NET dan dapat diterjemahkan oleh CLR atau dijalankan

.NET Framework adalah teknologi inti yang menyediakan berbagai library untuk digunakan oleh aplikasi diatasnya. Komponen inti .NET Framework adalah Common Language Runtime (CLR) yang menyediakan run time environtment untuk aplikasi yang dibangun menggunakan Visual Studio .NET, terlepas dari jenis bahasa pemrogramannya. Dengan adanya CLR tersebut programmer dapat menikmati Consistent object model dalam mengakses berbagai komponen library. Dengan demikian penggunaan bahasa pemrograman dalam dunia .NET adalah lebih kemasalah selera atau taste, dan bukan pada kelebihan maupun kekurangan masing-masing bahasa. Karena semua bahasa pemrograman yang mensupport .NET mengakses Library yang sama, bahasa sekedar skin atau theme. Bukan senjata sakti bagi seorang .NET Developer, Pemahaman terhadap konsep dan object model .NET Framework adalah jauh lebih penting daripada bahasa pemrograman itu sendiri.

2) .NET Building Block Service

Building Block merupakan sekumpulan services yang bersifat programmable yang dapat diakses secara offline maupun online. Service tersebut merupakan modul-modul yang terdapat di suatu komputer, server dalam jaringan, maupun server di internet. Service ini merupakan suatu idealisasi di masa depan, dimana sebuah aplikasi bersifat terdistribusi dengan modul-modul yang tersimpan diberbagai tempat, tetapi dapat diintegrasikan membentuk sebuah aplikasi. Konsep ini merupakan arah pengembangan subscription based software, yang saat ini mulai banyak berkembang dan dikenal sebagai Application Server Provider.

Service tersebut dapat di akses oleh berbagai paltform, asalkan platform tersebut mensupport protokol SOAP, yang merupakan protokol standar dalam mengakses web service. Peranan XML sebagai media definisi data menjadi sangat penting dalam hal ini dan XML juga menjadi pusat perubahan besar dalam platform .NET .

3) .NET Enterprise Server

Bagian ini merupakan sekumpulan server based technology yang digunakan untuk mendukung teknologi .NET yang mencakup sistem operasi, database, messaging, maupun manajemen e-commerce. Teknologi yang disediakan antara lain adalah windows 2000 Server, SQL Server,Exchange, ISA Server dan BizTalk Server

4) Visual Studio .NET

Visual Studio .NET menyediakan tools bagi para developer untuk membangun aplikasi yang berjalan di .NET Framework VS. Net membawa perubahan besar dalam gaya pemrograman karena setiap programmer dituntut untuk memahami .NET object model dan OOP dengan baik jika tidak ingin menghasilkan aplikasi dengan performa yang rendah. VS.NET juga semakin mempertipis jarak antara Windows Programmer dengan Web Programmer.

Dunia scripting yang akrab bagi programmer web akan sulit ditemukan dalam .NET karena pemrograman Web sudah bersifat full object oriented, dengan fasilitas even driven programming sebagaimana layaknya windows programming. Pemrograman web menjadi lebih mudah dan menyenangkan bagi para programmer windows, sedangkan anda para veteran scripting language sudah saatnya untuk beralih ke ASP.NET yang dapat di program menggunakan VB, C# maupun Phyton dan COBOL sekalipun.

EKSEKUSI KODE

Setelah anda membangun/menulis sebuah aplikasi dengan Visual Basic 2010 ataupun Visual C++, C# dan F# dengan .NET Framework terdapat beberapa proses yang harus dilalui untuk menjalankan kode yang Anda tulis tersebut. Saat anda membangun aplikasi menggunakan Visual Basic 6, kode langsung dikompilasi menjadi perintah x86 yang dimengerti oleh mesin komputer sebelum dapat dieksekusi dan disebarkan. Kode mesin yang dihasilkan ini akan terpasang dan dijalankan pada mesin lain yang mendukung instruksi x86 dan hanya berjalan pada Windows.

Jika Anda menulis aplikasi dengan Visual Basic 2010, Anda masih harus mengkompilasi kode tersebut, namun kode tersebut tidak langsung dikompilasi menjadi instruksi mesin x86 akan tetapi akan dikompilasi menjadi bahasa MSIL. Mesin tidak akan menjalankan MSIL secara langsung karena mesin/prosesor tidak mengerti MSIL. Alur pembuatan aplikasi hingga aplikasi tersebut dijalankan dan perbedaannya dengan Visual Basic 6 dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 1. Alur Pembuatan Program pada Visual Basic 6

Gambar 2. Alur Pembuatan Program pada Visual Basic .NET

COMMON LANGUAGE RUNTIME (CLR)

Common Language Runtime (CLR) adalah inti dari .NET, seperti terlihat pada gambar 2. di atas. CLR mengambil aplikasi .NET anda, kemudian mengkompilasinya menjadi kode native dan prosesor menjalankan aplikasi .NET tersebut. CLR menyediakan beberapa fungsionalitas berikut :

- LOAD dan EKSEKUSI KODE

CLR mempunyai prinsip yang sama dengan Java Runtime Environment (JRE) atau Java Virtual Machine (JVM) pada JAVA. Pada pemrograman Java, source kode dikompilasi menjadi file byte code (*.class) kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa mesin melalui JRE. Demikian juga .NET dengan CLR, yaitu membaca kode MSIL kemudian me-load dan mengeksekusi kode MSIL tersebut dalam bahasa mesin. Anda dapat melihat persamaan proses antara Java dan .NET pada gambar berikut :

Gambar 3. Proses Pembuatan Aplikasi .NET hingga dieksekusi

- ISOLASI APLIKASI

Pada sistem operasi modern seperti Windows dan Linux, sebuah aplikasi diisolasi antara satu dengan yang lain. Hal ini sangatlah penting dari segi keamanan dan kestabilan. Isolasi dilakukan dengan memberikan namespace pada Visual Basic 2010, sebagaimana di Java dengan package.

Jika anda membuat aplikasi dengan nama yang sama dan dijalankan bersama-sama atau karena jeleknya program yang anda tulis akan crash (tabrakan). Tabrakan ini dalam windows dapat menyebabkan blue screen of death (BSOD), yaitu sebuah layar biru yang menerangkan kesalahan yang terjadi. Isolasi aplikasi pada .NET dapat mengatasi masalah blue screen yang terjadi pada Windows.

- KEAMANAN

.NET mendukung penuh konsep kode keamanan. Framework telah didesain untuk memberikan level kontrol untuk mengatur program yang dijalankan atau tidak, seperti sistem administrator, users, dan software developer. Dengan teknologi .NET semua situasi berubah dikarenakan fitur keamanan dibangun pada CLR. Di bawah CLR, kode memerlukan bukti bahwa aplikasi layak untuk dijalankan. Bukti ini dapat terdiri dari sekumpulan aturan yang anda definisikan sendiri dan administrator sistem, sebaik kode asli. Contoh Aplikasi pada PC / komputer stand alone, jaringan lokal, atau jaringan internet.

- PENANGANAN KESALAHAN

Penanganan Kesalahan (exception handling) adalah sebuah konsep untuk menyelesaikan masalah kejadian yang dikecualikan ketika Anda menjalankan atau mengeksekusi kode Anda. Sebagai contoh, Anda membuka sebuah file dalam hard disk dan ternyata file tidak ada pada alamat yang Anda maksud. Hal ini akan menyebabkan kondisi kesalahan/kondisi yang dikecualikan sehingga Anda memerlukan sebuah penanganan dengan sebuah cara. Jika Anda tidak menanganinya maka bisa jadi sistem akan menjadi crash atau Anda tidak dapat membuka jendela dialog untuk memberikan alamat baru.

.NET menyediakan penanganan kesalahan yang powerfull yang dapat menangkap kesalahan ketika terjadi kesalahan dan memberikan solusi pada program Anda untuk keluar dari kesalahan tersebut.

- INTEROPERABILITY

Interoperability berhubungan dengan type data yang disediakan oleh Visual Basic 2010 pada library inti framework, dimana type data diatur oleh masing-masing bahasa. Hal ini dikenal sebagai Common Type System (CTS). Ini adalah pengembangan besar untuk interoperability bahasa. Tipe interoperability yang lain adalah komunikasi dengan interface Component Object Model (COM) yang sudah ada. Dikarenakan besarnya software aplikasi utama yang ditulis pada COM, tidak dapat dihindari bahwa .NET harus dapat berkomunikasi dengan library COM yang dikenal dengan interop COM.

Sekian artikel tentang Mengenal Apa Itu VB.Net (Visual Basic .Net) Pengertian dan Contoh.

Sejarah Visual Basic Serta Kelebihan dan Kekurangan Visual Basic

Sejarah Visual Basic Serta Kelebihan dan Kekurangan Visual Basic - Sejarah Visual Basic dimulai dari penemuan BASIC ( Beginner’s All Purpose Symbolic Instruction Code) pada tahun 1964, sebuah bahasa yang mudah dipelajari dan digunakan bagi programmer pemula. Bahasa ini digunakan selama sekitar 15 tahun oleh berbagai macam orang dan perusahaan untuk membuat kompiler dan interpreter untuk bahasa BASIC.

Pada tahun 1975 ketika MS merupakan perusahaan baru, bahasa BASIC adalah merupakan produk mereka yang pertama, dan produk tersebut banyak digemari. Produk sukses mereka QuickBasic (Qbasic) menjadi bahasa yang banyak dipergunakan dalam PC, bahkan sampai saat ini masih ada yang menggunakannya. Perkembangan sistem operasi Windows (Tampilan Graphic) membuat Qbasic sulit untuk menyesuaikan dengan tampilan Windows, perlu usaha tambahan untuk menulis Code dengan lingkungan yang baru. Sehingga MS membuat bahasa yang memungkinkan secara grafis bagi sebuah program adalah Visual Basic 1.0

Sejarah Visual Basic Serta Kelebihan dan Kekurangan Visual Basic_
baca juga: Memahami Visual Basic Net 2010 Secara Lengkap

Visual Basic sangat cepat menjadi populer. Ada banyak fitur yang menjadikan program ini sukses seperti membuat tabel, edit gambar, koneksi pada modem dan banyak lagi fitur lainnya, sehingga para programmer VB membuat aplikasi lebih bertenaga dengan mengkombinasikan berbagai macam komponen dengan Code mereka. Hal ini mendongkrak kemungkinan pengembangan VB dan membantunya menjadi bahasa program yang sangat populer.

Setiap Versi VB selalu ada fitur-fitur baru yang membuatnya menjadi fasilitas handal dalam membuat program. Salah satu perubahan penting adalah bagaimana VB dijalankan. Sebelum versi 5 yang diterbitkan pada tahun 1997, VB adalah bahasa interpreter yang tampilannya tidak sebagus dengan Visual C++, Delphi atau bahasa kompile lain. VB 5 mempunyai kemampuan membuat semacam bahasa interpreter atau kompile, dan performanya lebih baik. Perubahan lain adalah kemampuan membuat komponen. Dalam pemrograman anda sering menemukan bagian dari code, misalnya penghitungan hipotek yang rutin dan biasa dipergunakan diberbagai tempat dan bahkan dibagian-bagian program yang berbeda.

Membagi code dalam suatu program adalah dengan menuliskannya sebagai prosedur, sebuah code yang sekali ditulis tapi bisa dipanggil dimanapun dalam suatu aplikasi, Cara yang lebih baik kumpulan Code-code tersebut dapat disimpan kedalam sebuah file pustaka yang terpisah dalam program dan dapat diubah secara bebas. Program ini biasa disebut sebagai komponen dan dibuat dalam bentuk ekstensi file .dll. Versi-versi baru VB dengan kemampuan membuat komponen-komponen membuat semakin mantap.

Versi 4.0 diluncurkan ( pada tahun 1996 ) adalah versi pertama yang bisa membuat komponen dan sekarang merupakan komponen penting dalam pemrograman. Banyak tambahan fitur baru dalam VB. Tapi semua dibangun pada dasar-dasar yang sudah ada. Kelebihan dari bahasa baru adalah benar-benar terhindar dari kelemahan bahasa program yang lalu. Ini yang dilakukan oleh microsoft pada waktu berpindah dari VB 6 ke VB.Net. Bahasa ini ditulis ulang untuk membuat versi yang benar-benar bersih / handal Ini berarti setiap orang yang sudah berpengalaman pada versi sebelumnya harus belajar kembali tapi hasilnya jauh lebih bagus. Ada beberapa keuntungan dari perubahan ini, yang paling signifikan adalah kebutuhan akan adanya lingkungan baru dari .NET.

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4)

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) - Artikel kali ini akan membahas tentang pengalamatan pada IPv4 yang mencakup hirarki. Melalui artikel ini diharapkan dapat memahami  bagaimana melakukan pengalamatan dengan IPv4.

Hirarki Pengalamatan IPv4

32-bit IPv4 address merupakan sebuah hirarki yang terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian pertama untuk menentukan network dan bagian kedua menentukan host pada jaringan. Pengalamatan pada IPv4 dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 8 bit bits (octets). Setiap octet dikonversi ke bilangan desimal dan alamat lengkap ditulis dengan bilangan desimal yang dipisah dengan sebuah titik.

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4)_

Pada sebuah network or a subnetwork, host berkomunikasi dengan yang lain tidak memerlukan Network layer intermediary device. Pada saat sebuah host ingin berkomunikasi dengan yang lain, perangkat intermediary atau router bertindak sebagai gateway dengan network lain.

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 2_

Sebuah host memiliki sebuah default gateway address. Gateway address merupakan sebuah alamat dari sebuah router yang menghubungkan ke network yang sama sebagai host. Untuk berkomunikasi dengan sebuah perangkat pada network lain, sebuah host menggunakan alamat dari gateway ini atau default gateway untuk meneruskan paket keluar local network.

Routing IP Packet

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 3_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 4_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 5_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 6_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 7_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 8_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 9_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 10_
       
Gateway

Gateway dikenal juga sebagai default gateway diperlukan untuk mengirim sebuah paket keluar jaringan lokal. Jika pada bagian network dari alamat tujuan berbeda dengan bagian network dari host asal, maka paket akan dikirimkan ke jaringan luar. Untuk melakukan hal ini, maka paket dikirim ke gateway. Gateway ini merupakan sebuah router yang dihubungkan ke jaringan lokal. Gateway interface memiliki sebuah Network layer address yang cocok dengan network address hosts.

Default Gateway

Default gateway dikonfigurasi pada sebuah host. Pada saat Internet Protocol (TCP/IP) Properties tools digunakan untuk masuk ke default gateway IPv4 address. Host IPv4 address dan gateway address harus memiliki bagian network yang sama.

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 11_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 12_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 13_

No packet can be forwarded without a route. Whether the packet is originating in a host or being forwarded by an intermediary device, the device must have a route to identify where to forward the packet.

A host must either forward a packet to the host on the local network or to the gateway, as appropriate. To forward the packets, the host must have routes that represent these destinations.

A router makes a forwarding decision for each packet that arrives at the gateway interface. This forwarding process is referred to as routing. To forward a packet to a destination network, the router requires a route to that network. If a route to a destination network does not exist, the packet cannot be forwarded.

The destination network may be a number of routers or hops away from the gateway. The route to that network would only indicate the next-hop router to which the packet is to be forwarded, not the final router. The routing process uses a route to map the destination network address to the next hop and then forwards the packet to this next-hop address.

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 14_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 15_


DAFTAR PUSTAKA
  • Stallings, W. [2011] Data and Computer Communications (8th edition), Prentice Hall, Upper Saddle River NJ, chapter 1
  • CCNA exploration 4.0 Network Fundamental

15/01/16

Pengertian dan Fungsi Komunikasi dalam Organisasi atau Perusahaan

Pengertian dan Fungsi Komunikasi dalam Organisasi atau Perusahaan - Artikel ini akan menjelaskan tentang komunikasi dalam organisasi atau perusahaan yang mencakup: pengertian, tujuan, fungsi, kegiatan, pola, peran, dan hambatan dalam komunikasi. Melalui artikel ini diharapkan dapat memahami dan mampu menjelaskan tentang hal-hal yang terkait dengan komunikasi dalam organisasi atau perusahaan.

A. Pengertian Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi dapat diartikan sebagai transfer informasi dari pengirim (komunikator) kepada penerima (komunikan), dengan tujuan untuk mencapai saling pengertian. Sedangkan definisi organisasi adalah sekelompok masyarakat yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan.

Dari definisi tersebut dapat digambarkan bahwa dalam suatu organisasi mensyaratkan:
  • Adanya suatu jenjang jabatan ataupun kedudukan yang memungkinkan semua individu dalam organisasi tersebut memiliki perbedaan posisi yang jelas, seperti pimpinan, staff pimpinan dan karyawan. 
  • Adanya pembagian kerja, dalam arti setiap orang dalam sebuah institusi baik yang komersial maupun sosial, memiliki satu bidang pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya. 

Komunikasi dalam organisasi adalah komunikasi yang terbentuk di dalam organisasi, dimana proses komunikasi tersebut dipengaruhi oleh struktur hirarki dalam organisasi. 

Pengertian dan Fungsi Komunikasi dalam Organisasi atau Perusahaan_
image source: www.pinterest.com
baca juga: Pengertian dan Contoh Etika dalam Organisasi atau Kelompok

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Dalam setiap kepemimpinan organisasi ketika melaksanakan tugas dan kewajibannya diperlukan pengertian yang sama diantara dua pihak yaitu atasan dan bawahan. Karena hal tersebut akan lebih memberi dorongan semangat dan gairah kerja untuk dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, artinya mengembangkan suatu kerja sama demi mewujudkan hasil kerja untuk mencapai tujuan organisasi.

Dalam melakukan komunikasi organisasi, Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss dalam Human Communication menguraikan adanya 3 (tiga) model dalam komunikasi:
  1. Model komunikasi linier (one-way communication), dalam model ini komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Komunikasinya bersifat monolog.
  2. Model komunikasi interaksional. Sebagai kelanjutan dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.
  3. Model komunikasi transaksional. Dalam model ini komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan (relationship) antara dua orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan.

B. Tujuan Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi dalam organisasi ditujukan untuk :
  • Mensosialisasikan peraturan yang berlaku dalam organisasi 
  • Mensosialisasikan program kerja organisasi untuk mencapai tujuan organisasi 
  • Membina hubungan secara hirarki organisasi secara vertikal dan horizontal
  • Menyelesaikan masalah dan membuat keputusan. 

Keberhasilan komunikasi dalam organisasi merupakan modal penting untuk menuju keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan atau sasaran yang sudah ditetapkan.


C. Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi

Menurut Djoko Purwanto, komunikasi memiliki 2 fungsi penting dalam organisasi, yaitu : 
  1. Komunikasi memungkinkan orang-orang saling tukar informasi 
  2. Komunikasi membantu menghubungkan sekelompok anggota organisasi yang terpisah dari anggota lainnya.

Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:

1. Fungsi informatif

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi (information-processing system). Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.

2. Fungsi Regulatif

Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:
  • Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of authority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya. Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada: 
  • Keabsahan pimpinan dalam penyampaikan perintah. 
  • Kekuatan pimpinan dalam memberi sanksi. 
  • Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin sekaligus sebagai pribadi. 
  • Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan. 
  • Berkaitan dengan pesan atau message. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan. 

3. Fungsi Persuasif

Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.

4. Fungsi Integratif

Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.

D. Kegiatan-Kegiatan Organisasi

Kegiatan organisasi yang secara umum berkaitan dengan hubungan manusia dan pertukaran informasi adalah :
  1. Menetapkan tujuan 
  2. Membuat dan melaksanakan keputusan 
  3. Mengukur prestasi kerja 
  4. Merekrut dan mengembangkan staff
  5. Pelayanan pelanggan 
  6. Negosiasi dengan pemasok 
  7. Interaksi dengan peraturan yang ada 
  8. Membuat produk 

E. Pola Komunikasi Dalam Organisasi

Pola komunikasi secara umum yang terdapat dalam organisasi dapat dibedakan ke dalam :

1. Saluran Komunikasi Formal

Merupakan saluran komunikasi yang terjadi dalam organisasi secara formal dan akan mengikuti struktur organisasi yang ada dengan prinsip pembagian tugas untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Komunikasi formal biasanya berhubungan dengan masalah kedinasan. Secara umum terdiri dari komunikasi vertikal, horizontal dan diagonal.

2. Saluran Komunikasi Informal

Merupakan kebalikan dari saluran komunikasi formal, yaitu saluran komunikasi yang tidak mengikuti struktur formal hirarki organisasi. Biasanya terjadi secara spontan sebagai akibat dari adanya persamaan perasaan, kebutuhan, persamaan tugas dan tanggung jawab. Komunikasi informal pada pelaksanaannya tidak terikat oleh waktu, ruang dan tempat, kadang-kadang komunikasi informal lebih berhasil, dan peranannya tidak kalah penting, karena dapat disampaikan setiap saat, asalkan bermanfaat untuk kemajuan organisasi. Namun penyampaiannya kurang sistematis, karena pertumbuhan dan penyebarannya tidak teratur.

Komunikasi informal ini mempunyai hal-hal yang positif, seperti:
  • Bila jalan yang ditempuh melalui komunikasi formal melewati hambatan, dengan terpaksa digunakan komunikasi informal. 
  • Dalam suasana konflik dan penuh ketegangan. 
  • Sebagai sarana komunikasi antar personal dalam organisasi. 

Pada dasarnya komunikasi di dalam organisasi, terbagi kepada tiga bentuk:

1. Komunikasi Vertikal

Bentuk komunikasi ini merupakan bentuk komunikasi yang terjadi dari atas ke bawah dan sebaliknya. Artinya komunikasi yang disampaikan pimpinan kepada bawahan, dan dari bawahan kepada pimpinan secara timbal balik.

Fungsi komunikasi ke bawah (Downward communication) digunakan pimpinan untuk:
  • Melaksanakan kebijaksanaan, prosedur kerja, peraturan, instruksi, mengenai pelaksanaan kerja bawahan. 
  • Menyampaikan pengarahan doktrinasi, evaluasi, teguran. 
  • Memberikan informasi mengenai tujuan organisasi, kebijaksanaan-kebijaksaan organisasi insentif. 
  • Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu dilaksanakan.
  • Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik lagi. 

Seorang pimpinan harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya, dan memahami cara-cara mengambil kebijaksanaan terhadap bawahannya. Keberhasilan organisasi dilandasi oleh perencanaan yang tepat, dan seorang pimpinan organisasi yang memiliki jiwa kepemimpinan. Kedua hal terseut merupakan modal utama untuk kemajuan organisasi yang dipimpinnya.

Fungsi komunikasi ke atas (Upward Communication) digunakan untuk:
  • Memberikan pengertian mengenai laporan prestasi kerja, saran, usulan, opini / pendapat, permohonan bantuan, dan keluhan. 
  • Memperoleh informasi dari bawahan mengenai kegiatan dan pelaksanaan pekerjaan bawahan dari tingkat yang lebih rendah. 
  • Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan.
  • Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.

Bawahan tentulah berharap agar ide, saran, pendapat, tanggapan maupun kritikannya dapat diterima dengan lapang dada, dan hati terbuka oleh pimpinan.

2. Komunikasi Horizontal

Bentuk komunikasi secara mendatar, yaitu komunikasi diantara sesama karyawan. Komunikasi horizontal sering kali berlangsung tidak formal. Fungsi komunikasi horizontal atau ke samping digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level yang sama. Komunikasi ini berlangsung dengan cara tatap muka, melalui media elektronik seperti telepon, atau melalui pesan tertulis.

Adapun fungsi komunikasi horizontal ini adalah :
  • Memperbaiki koordinasi tugas
  • Upaya pemecahan masalah
  • Saling berbagi informasi
  • Upaya pemecahan konflik
  • Membina hubungan melalui kegiatan bersama 

3. Komunikasi Diagonal

Bentuk komunikasi ini sering disebut juga komunikasi silang. Berlangsung dari seseorang kepada orang lain dalam posisi yang berbeda. Dalam arti pihak yang satu tidak berada pada jalur struktur yang lain. Fungsi komunikasi diagonal digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain.

Setiap bawahan dari suatu organisasi tentunya mempunyai motivasi. Adanya kebutuhan, keinginan, ketegangan, ketidaksenangan dan harapan termasuk ke dalam motivasi. Sedangkan sebagai pimpinan juga harus dapat memotivasi bawahannya, misalnya memberikan apresiasi, perlakuan yang adil, dan suasana kerja yang kondusif.

F. Peran Manajerial

Pimpinan organisasi tentu memiliki peran manajerial dalam kepemimpinannya, dimana peran tersebut dapat berpengaruh terhadap internal public (yaitu karyawan atau anggota organisasi) dan external public (yaitu publik yang berada di luar organisasi dan bukan anggota organisasi tersebut). Peran manajerial tersebut adalah :

1. Peran Antarpersonal (Interpersonal Role)
  • Peran sebagai Tokoh (figurehead role)
  • Peran sebagai Pemimpin (leader role)
  • Peran sebagai Penghubung (liaison role)

2. Peran Informasional (Informational role)
  • Peran sebagai Monitor (monitor role)
  • Peran sebagai Penyebar (disseminator role)
  • Peran sebagai Jurubicara (spokesman role)

3. Peranan Memutuskan (Decisional role)
  • Peran sebagai Wiraswasta (entrepreneur role)
  • Peran sebagai Pengendali Gangguan (disturbance handler role)
  • Peran sebagai Penentu Sumber (Resource allocator role)
  • Peran sebagai Perunding (Negotiator role)

G. Hambatan Dalam Komunikasi

Terdapat beberapa hambatan dalam proses komunikasi termasuk komunikasi dalam organisasi, sebagai berikut :

1. Hambatan Teknis

Dikarenakan keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Jenis hambatan teknis :
  • Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas
  • Kurangnya informasi atau kejelasan
  • Kurangnya ketrampilan membaca
  • Pemilihan media (saluran) yang kurang tepat

2. Hambatan Semantik

Gangguan semantic menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantic sebagai studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Biasanya hambatan semantik timbul karena ada pengertian yang berbeda untuk satu kata atau istilah yang sama. Sehingga untuk menghindari miscommunication (salah pengertian) semacam ini diperlukan pemilihan kata-kata yang sesuai dengan karakteristik komunikannya dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yang digunakannya.

3. Hambatan Manusiawi

Terjadi karena adanya faktor emosi dan prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat pancaindera seseorang, dll. Hambatan manusiawi tersebut timbul karena :

a. Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia
Perbedaan persepsi, umur, keadaan emosi, ketrampilan mendengarkan, perbedaan status, penyaringan informasi, dll.

b. Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi
Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staf / anggota organisasi dan efektifitas komunikasi organisasi.

Pengertian dan Contoh Etika dalam Organisasi atau Kelompok

Pengertian dan Contoh Etika dalam Organisasi atau Kelompok - Kali ini Eduloka akan membahas artikel tentang etika dalam organisasi atau kelompok. Melalui artikel ini diharapkan dapat memahami dan mampu menjelaskan tentang hal-hal yang terkait dengan etika dalam organisasi atau kelompok.

Definisi Etika

Etika berasal dari Bahasa Yunani ETHOS (jamak ta etha) yang berarti kebiasaan.Selain etika dikenal juga Moral atau Moralitas yang dari bahasa Latin MOS (jamak mores) yang juga berarti kebiasaan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 198) etika mengandung arti:

  • Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang baik dan buruk tentang hak dan kewajiban moral.
  • Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  • Nilai mengenai benar dan salah yang dianutsuatu golongan atau masyarakat.


Dalam bahasa sehari-hari kita sering menyebutnya dengan etiket yang berarti cara bergaul atau berperilaku yang baik, sering disebut sebagai sopan santun. Etika menggambarkan suatu kode perilaku yang berkaitan dengan nilai tentang mana yang benar dan mana yang salah yang berlaku secara obyektif dalam masyarakat.Nilai-nilai perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam hubungannya dengan individu lain maupun dengan lingkungannya, sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut oleh individu tersebut.

Istilah etika banyak dikembangkan dalam organisasi sebagai norma-norma yang mengatur dan mengukur perilaku profesional seseorang.Kita mengenal saat ini banyak dikembangkan etika yang berkaitan dengan profesi yang disebut sebagai etika profesi seperti etika kedokteran, etika hukum, etika jurnalistik, etika guru, dan sebagainya.

Pengertian dan Contoh Etika dalam Organisasi atau Kelompok_
image source: www.pinterest.com

baca juga: Teori Johari Window Tentang Analisis Konsep Diri Dalam Komunikasi


Profesi dimaksudkan sebagai pekerjaan yang mengandalkan keahlian dan ketrampilan sesuai tuntutan dan persyaratan organisasi.Dalam melaksanakan pekerjaannya tentu dengan komitmen pribadi (moral) yang mendalam atas pekerjaannya tersebut sehingga mendorongnya untuk bekerja dengan tekun, giat dan serius, tidak sekedar hobby atau asal-asalan.Hal inilah yang melahirkan tanggung jawab besar atas tugas yang diembannya.

Etika dalam organisasi adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan seseorang secara sadar untuk mentaati ketentuan dan norma yang berlaku dalam suatu organisasi. Hal itu terwujud dalam bentuk bagaimana seseorang melaksanakan tugas dan wewenang sesuai ketentuan yang berlaku, menjaga informasi perusahaan dengan baik, membangun etos kerja sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan, bersikap hormat, jujur dan tanggung jawab.

Dalam organisasi, peran individu sangat penting, karena organisasi terbentuk dengan adanya sekelompok orang yang saling berinteraksi dalam mewujudkan tujuan tertentu. Interaksi antarorang atau antarkelompok yang memiliki nilai serta kepentingan dan latar belakang yang berbeda-beda akan saling mempengaruhi satu sama lain sehingga membentuk suatu nilai baru yang akan melandasi perilaku individu untuk bersama-sama mencapai tujuan organisasi.

Kepentingan dapat diidentikkan dengan kebutuhan.Abraham Maslow membedakan kebutuhan manusia dalam 5 hirarki (Teori Hirarki Kebutuhan) :

  • Fisiologi
  • Rasa Aman (security)
  • Afiliasi atau akseptansi
  • Penghargaan (esteem needs)
  • Perwujudan diri (self actualization)


Pengertian dan Contoh Etika dalam Organisasi atau Kelompok_
Dimensi Materil-Spiritual dari Kebutuhan

Dengan demikian, etika organisasi dapat pula diartikan sebagai pola sikap dan perilaku yang diharapkan dari setiap individu dan kelompok dalam organisasi, yang pada akhirnya akan membentuk budaya organisasi yang sejalan dengan visi, misi, dan tujuan organisasi.

Ciri organisasi yang ideal yang sekaligus menjadi nilai-nilai perilaku yang harus dianut oleh setiap anggota organisasi adalah:

  • adanya pembagian kerja
  • hierarki wewenang yang jelas sesuai struktur organisasi
  • prosedur seleksi yang formal
  • aturan dan prosedur kerja yang rinci,
  • hubungan yang tidak didasarkan atas hubungan pribadi.


Teori birokrasi menempatkan setiap anggota organisasi dalam suatu hierarki struktur yang jelas, setiap pekerjaan harus diselesaikan berdasarkan prosedur dan aturan kerja yang telah ditetapkan, dan setiap orang terikat secara ketat dengan aturan-aturan tersebut.Selain itu, hubungan antarindividu dalam organisasi dan dengan lingkungan di dalam organisasi hanya dibatasi dalam hubungan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.Dalam model organisasi ini pola perilaku yang berkembang bersifat sangat kaku dan formal.

Pola perilaku atau tindakan yang telah disepakati bersama oleh setiap anggota organisasi akan mewarnai setiap tindakan individu dalam berinteraksi dengan individu lain atau dengan lingkungannya. Pola perilaku ini menjadi suatu kebiasaan. Pola kebiasaan ini lama kelamaan menjadi suatu budaya dalam organisasi yang akan menjadi ciri khas organisasi bersangkutan.

Budaya Organisasi

Secara umum, perusahaan atau organisasi terdiri dari sejumlah orang dengan latar belakang, kepribadian, emosi, dan ego yang beragam.Hasil interaksi berbagai orang tersebut membentuk budaya organisasi. Secara sederhana, budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai kesatuan dari orang-orang yang memiliki tujuan, keyakinan (beliefs), dan nilai-nilai yang sama.Dalam perjalanan waktu, budaya organisasi kemudian mungkin mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan karakteristik orang-orang di dalam perusahaan.

Budaya organisasi mempengaruhi cara orang dalam organisasi tersebut berperilaku. Budaya tersebut mempengaruhi jalannya organisasi dan seharusnya organisasi dapat mengelola budaya tersebut dengan baik.Karena budaya memfasilitasi lahirnya komitmen pribadi terhadap sesuatu yang lebih besar dan lebih penting daripada kepentingan individu. Selain itu budaya organisasi juga meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan karyawan.

Budaya menjadi kendala manakala nilai-nilai yang dimiliki bersama tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dapat meningkatkan efektivitas organisasi. Hal ini paling mungkin terjadi bila lingkungan sebuah organisasi bersifat dinamis. Contohnya budaya organisasi menjadi hambatan bagi keragaman, yaitu ketika perusahaan merekrut karyawan baru yang, karena faktor ras, usia, jenis kelamin, ketidakmampuan, atau perbedaan-perbedaan lain.

Budaya sebuah organisasi yang punya kemungkinan paling besar untuk membentuk standar dan etika tinggi adalah budaya yang tinggi toleransinya terhadap risiko tinggi, rendah, sampai sedang dalam hal keagresifan, dan fokus pada sarana selain juga hasil. Manajemen dapat melakukan beberapa hal dalam menciptakan budaya yang lebih etis, misalnya :

  1. Karyawan akan melihat perilaku manajemen puncak sebagai acuan standar untuk menentukan perilaku yang semestinya diambil.
  2. Ambiguitas etika dapat diminimalkan dengan menciptakan dan mengkomunikasikan kode etik organisasi.
  3. Pelatihan etis digunakan untuk memperkuat standar, tuntunan organisasi, menjelaskan praktik yang diperbolehkan dan yang tidak, dan menangani dilema etikayang mungkin muncul.


Pro Aktif

Bersikap proaktif lebih dari sekedar mengambil inisiatif.Bersikap proaktif berarti bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri, baik di masa lalu, masa kini, maupun masa mendatang.Bersikap proaktif juga berarti mampu membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai yang berlaku.

Seseorang yang memiliki sikap proaktif selalu memiliki visi ke depan, memandang masa depan dengan penuh optimisme, selalu aktif dan memikirkan apa yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Sikap proaktif cenderung mengarah pada tindakan(action) yang positif. Tindakan proaktif berbeda dengan tindakan reaktif yang hanya bisa mengumbar keluhan akan keadaannya.

Stephen R. Covey dalam bukunya “7 Habits of Highly Effective People” menjelaskan ciri-ciri individu proaktif (dibandingkan dengan individu reaktif), ada 5 (lima) hal, yaitu :

1. Orang proaktif selalu bertanggung jawab. Mereka tidak menyalahkan keadaan, kondisi, atau pengkondisian untuk perilaku mereka.Perilaku adalah produk dari pilihan sadar, berdasarkan nilai, dan bukan produk dari suasana hati, conditioning, atau tekanan sosial yang diterima.

2. Orang proaktif menfokuskan upaya mereka pada lingkaran pengaruh (mencakup segala hal yang dapat dipengaruhi). Mereka mengerjakan hal-hal yang terhadapnya mereka dapat perbuat sesuatu.Sifat dari energi mereka adalah positif, memperluas dan memperbesar, yang menyebabkan lingkaran pengaruh mereka meningkat.

3. Berfokus pada lingkaran pengaruh, orang proaktif bekerja dari dalam ke luar (in side – out), yaitu berusaha memulai perubahan dengan mengubah dirinya lebih dahulu, bahkan dari yang paling dalam dari dirinya, yaitu dengan memeriksa kebenaran paradigma dan persepsi-persepsinya.

4. Orang proaktif hidup berpusat pada prinsip (principle centered) kemudian ia menerjemahkan prinsip-prinsip itu kedalam seperangkat nilai-nilai (values) yang telah dipilihnya dengan sadar. Berdasarkan nilai-nilai itulah ia mengarahkan pilihan sikap dan perilakunya.

5. Orang proaktif mengembangkan dan menggunakan “empat anugrah unik manusianya” secara optimal. Empat anugrah itu adalah sifat-sifat unik manusia yang membuatnya berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Covey menyebutkan “four unique human gifts” itu adalah :

  • Self Awareness (kesadaran diri)
  • Conscience (hati nurani)
  • Creative Imagination (imajinasi kreatif)
  • Independent Will (kebebasan kehendak)


Dahulukan Yang Utama

Mendahulukan yang utama adalah bagaimana menentukan prioritas dan mengatur waktu dengan baik, sehingga yang penting didahulukan dan sebaiknya tidak ditunda dalam melaksanakannya.Karena dalam lingkungan organisasi, didalamnya terdapat banyak hal yang harus diselesaikan.Maka sudah seharusnya anggota organisasi tersebut dapat menentukan skala prioritas, yang mana yang utama dan perlu didahulukan.

Manajemen yang efektif adalah mendahulukan yang utama. Sementara kepemimpinan yang memutuskan apa saja ‘hal-hal yang utama” itu. Manajemenlah yang mendahulukan hal-hal tersebut hari demi hari, setiap waktu.Manajemen adalah disiplin dalam melaksanakannya.Karena manajemen mengikuti kepemimpinan.

Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik.Mendahulukan yang utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda).Hal-hal sekunder tidak didahulukan.Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.

Win-Win Solution

Berpikir menang/menang adalah cara berpikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berpikir menang/menang artinya tidak berpikir egois (menang/kalah).Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung – dengan istilah “kita”, bukannya “aku”.Berpikir menang/menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan.Berpikir menang/menang artinya berbagi informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.

Hal ini adalah landasan untuk bisa bergaul dengan baik dengan orang lain tanpa ada yang merasa dirugikan. Dimulai dengan keyakinan bahwa kita semua adalah sama, tidak ada yang lebih rendah atau lebih unggul dari lainnya.

Sikap menang-kalah itu banyak cirinya, antara lain :

  • Menggunakan orang lain, baik secara emosional maupun fisik demi tujuanmu sendiri yang egois.
  • Berusaha maju atas pengorbanan orang lain
  • Menjelek-jelekkan orang lain (gossip)
  • Selalu memaksakan kehendak tanpa memusingkan perasaan orang lain.
  • Menjadi cemburu atau iri jika sesuatu yang baik terjadi pada orang lain


Sikap menang-kalah seperti contoh tersebut sangatlah tidak baik dan tidak sesuai dengan etika dalam organisasi bahkan dapat memicu konflik antar anggota organisasi.Sebaiknya hal tersebut kita hindari.

Mengerti Dahulu Baru Dimengerti

Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian.Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya.

Kunci komunikasi dan punya kuasa serta pengaruh terhadap orang lain bisa dirangkum dalam satu kalimat : berusahalah untuk memahami terlebih dahulu, baru dipahami. Dengan kata lain dengarkanlah dulu baru berbicara.Kita bisa memahami permasalahan dari sudut pandang lawan bicara kita dan menunjukkan peduli hanya dengan meluangkan waktu untuk mendengarkan tanpa menghakimi atau memberi nasehat.

Wujudkan Sinergi

Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga – bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah dan memanfaatkan peluang.

Sinergi akan tercapai jika dua orang atau lebih bekerjasama untuk menciptakan solusi yang lebih baik ketimbang kalau bekerja sendirian. Dapat dikatakan, sinergi adalah :

  • Bekerja dengan memanfaatkan perbedaan
  • Kerjasama (teamwork)
  • Keterbukaan pikiran
  • Menemukan cara-cara baru yang lebih baik


Asah Gergaji

Mengasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus-menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang meningkatkan kapasitas kita utnuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya.Bagi sebuah organisasi, kebiasaan ini menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru.

Sekian artikel tentang Pengertian dan Contoh Etika dalam Organisasi atau Kelompok.