Tampilkan postingan dengan label Basis Data. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basis Data. Tampilkan semua postingan

07/12/15

Struktur Data dan Kunci Relasional Basis Data Serta Contoh

Struktur Data dan Kunci Relasional Basis Data Serta Contoh - Artikel ini akan menjelaskan tentang struktur data relasional, kunci relasional, serta konsep dan contoh untuk integrity constraint.

Struktur Data dan Kunci Relasional Basis Data Serta Contoh_
image source: www.bu.edu
baca juga: Memahami Arsitektur Basis Data dan Klasifikasi Model Data

Struktur Data Relasional

Sistem basis data merupakan lingkup terbesar dalam organisasi data. Sistem basis data mencakup semua bentuk komponen data yang ada dalam suatu sistem. Sedangkan basis data merupakan komponen utama yang menyusun sistem basis data

Gambar 3.1 Sistem Basis Data_
Gambar 3.1 Sistem Basis Data


  • Bit, merupakan sistem angka biner yang terdiri atas angka 0 dan 1
  • Byte, merupakan bagian terkecil, dapat berupa karakter numerik, huruf, ataupun karakter khusus yang membentuk suatu item data / field. 1 Byte digunakan untuk mengkodekan 1 karakter
  • Data item (field), merepresentasikan suatu atribut dari suatu record yang menunjukkan suatu item dari data, misalnya nama, alamat. Kumpulan dari field membentuk suatu record
  • Record, menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file.
  • File, terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis 
  • Basis data, sekumpulan dari berbagai macam tipe record yang mempunyai hubungan terhadap suatu objek tertentu 
  • Sistem basis data, merupakan sekumpulan basis data, yang tersusun dari beberapa file. Contoh : Data bilangan bulat (integer), 
  • Byte (1 byte), Small-Integer (2 byte), 
  • Long Integer (4 byte), Data bilangan nyata, 
  • Single (4 byte), Double (8 byte).

Terminologi

Model ini menjelaskan tentang hubungan logik antar data dalam basis data dengan cara memvisualisasikan ke dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari sejumlah baris dan kolom yang menunjukan atribut-atribut

Istilah-istilah dan pengertian dalam model basis data relasional :
  • Record : sebuah baris dalam suatu relasi. Disebut juga tuple
  • Cardinality : banyaknya record dalam sebuah relasi
  • Atribut : suatu kolom dalam sebuah relasi
  • Domain : batasan nilai dalam atribut dan tipe datanya
  • Derajat / degree : banyaknya kolom dalam relasi
  • Candidate Key : atribut atau sekumpulan atribut yang unik yang dapat digunakan untuk membedakan suatu record
  • Primary Key : salah satu dari CK yang dipilih dan dipakai untuk membedakan suatu record
  • Alternate key : CK yang tidak dipilih menjadi PK
  • Unary relation : suatu relasi yang hanya mempunyai satu kolom
  • Binary relation : suatu relasi yang hanya mempunyai dua kolom
  • Ternary relation : suatu relasi yang mempunyai tiga kolom


Karakteristik model basis data relasional

Relasi dalam model basis data relasional memiliki karakteristik :
  • Semua entry / elemen data pada suatu baris dan kolom tertentu harus mempunyai nilai tunggal (single value), atau suatu nilai yang tidak dapat dibagi lagi (atomic value), bukan suatu kelompok pengulangan
  • Semua entry / elemen data pada suatu kolom tertentu dalam rlasi yang sama harus mempunyai jenis yang sama
  • Masing-masing kolom dalam sutu relasi mempunyai nama yang unik
  • Pada suatu relasi / tabel yang sama tidak ada dua baris yang identik

Komponen relasi

Tabel relasional mempunyai 2 komponen :

a. Intention
  • Terdiri dari dua bagian yaitu struktur penamaan (naming structure) dan batasan integritas (integrity constraint)
  • Struktur penamaan menunjukkan nama tabel dan nama atribut yang ada lengkap dengan dengan batasan nilai dan tipe datanya
  • Batasan integritas dipengaruhi oleh integritas referential yang meliputi key constraint dan referensial constraint.
  • Key constraint tidak mengijinkan adanya nilai null pada atribut yang digunakan sebagai PK
  • Referentil constraint memberikan aturan bahwa nilai-nilai dalam atribut kunci yang digunakan untuk menghubungkan ke basis data lain tidak diijinkan memiliki nilai null

b. Extention
  • Menunjukkan isi dari tabel-tabel pada suatu waktu, cenderung berubah sewaktu-waktu

Kunci relasi

Dasar penentuan PK adalah bahwa nilai-nilai rinci data dari atribut yang digunakan sebagai PK harus unik, tidak mungkin ada nilai rinci data yang sama pada semua record dalam basis data.

Kunci merupakan elemen record yang dipakai untuk menemukan record tersebut pada waktu akses atau bisa digunakan untuk identifikasi tiap record.

Jenis-jenis kunci :
  • Superkey
  • Candidat key
  • Primary key
  • Alternate key
  • Foreign key
  • External key

Superkey : kumpulan atribut dari suatu tabel yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi entity atau record dari tabel tersebut secara unik

Candidate key : superkey dengan jumlah atribut minimal. Candidat key ini tidak boleh berisi atribut dari tabel yang lain


Primary key :Salah satu atrribut dari candidat key dapat dipilih menjadi primary key dengan 3 kriteria sbb :
  1. Key tersebut lebih natural untuk dijadikan acuan 
  2. Key tersebut lebih sederhana 
  3. Key tersebut cukup unik 


Alternate key :Setiap atribut dari candidate key yang tidak terpilih sebagai primary key akan dinamakan alternate key. 


Foreign key : merupakan sembarang atribut yang menunjuk kepada primary key pada tabel lain.
Akan terjadi pada suatu relasi yang memiliki kardinalitas one to many atau many to many



Integritas entity


Nilai atribut yang dipilih sebagai PK tidakboleh null untuk setiap record yang ada dalam relasi

Aturan ini menjamin bahwa semua record yang ada dalam basis data akan dapat diakses karena semua record dapat diidentidikasi berdasarkan kunci yang unik

Contoh :


Integritas referensial

Jika dua buah tabel direlasikan maka PK harus menjamin bahwa untuk setiap nilai PK tertentu dalam tabel A, harus ada pula record dengan nilai PK yang sama pada tabel B

Contoh :


Relasi antar entity

Relasi antar entity dalam satu tabel

  • Berupa relasi antar entity yang berupa record untuk menyediakan data atau informasi dari atribut-atribut dalam satu tabel
  • Contoh : dalam tabel mahasiswa dapat diperoleh informasi bahwa nomhs 12346 bernama Ali baba dengan jenis kelamin laki-laki

Relasi antar entity dalam banyak tabel
  • Tipe ini mempunyai kerelasian yang lebih rumit
  • Ada 3 jenis : Tree, Simple network, Complex network
  • Contoh : Sistem basis data, Edhy, hal. 60 - 66

Anomali

Adalah proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan (misalnya menyebabkan ketidakkonsistenan data atau membuat sesuatu data menjadi hilang ketika data lain dihapus).

Macam anomali ada 3, yaitu :
  • Anomali peremajaan,
  • Anomali penghapusan, dan
  • Anomali penyisipan.

Anomali ini terjadi bila terjadi perubahan pada sejumlah data yang mubazir, tetapi tidak seluruhnya diubah. Sebagai contoh, terdapat relasi PESANAN_BELI yang mengandung data PEMASOK dan KOTA yang menyatakan lokasi pemasok. BARANG, dan JUMLAH yang menyatakan nama barang dan jumlah barang yang dipesan.

Eduloka | Seandainya pemasok Citra berpindah ke kota lain, misalnya ke Bogor, dan pengubahannya hanya dilakukan pada data pertama ( data pemasok Citra pada relasi PESANAN_BELI ada dua buah), maka hasilnya adalah seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:

Terlihat bahwa ada ketidakkonsistenan. Fakta pertama menyatakan bahwa pemasok Citra berlokasi di Bogor, tetapi fakta kedua menyatakan bahwa pemasok Citra berada di Bandung. Mana yang benar? Keadaan inilah yang menyatakan adanya ketidakkonsistenan

Daftar Pustaka
  1. Connoly, T., & Begg, c. (2010). database system; a practical approach to design, implementation and management (5th ed.). Harlow :Addison wesley
  2. Indrajani. (2011). Perancangan Basis Data Dalam All In 1, ISBN 978-979-27-9980-4, Jakarta: Elex Media Computindo
  3. Indrajani. (2011). Bedah Kilat 1 Jam – Pengantar dan Sistem Basis Data, ISBN 978-979-27-9695-7, Jakarta: Elex Media Computindo
  4. O'Brien, J. (2003). Introduction To Information Systems (11th ed.). New York: Mc Graw Hill

Memahami Arsitektur Basis Data dan Klasifikasi Model Data

Memahami Arsitektur Basis Data dan Klasifikasi Model Data - Artikel ini akan menjelaskan perbedaan arsitektur 3 level basis data, perbedaan klasifikasi dalam model data dan mengidentifikasi perbedaan komponen perangkat lunak dari DBMS dan menjelaskan fungsinya.

Abstraksi Data
Sistem basis data biasanya menyembunyikan detil tentang bagaimana data disimpan dan diperlihara. Oleh karena itu, seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebenarnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik

Abstraksi data merupakan level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data.

Memahami Arsitektur Basis Data dan Klasifikasi Model Data_
image source: gigaom.com
baca juga: Keuntungan dan Kelebihan Penggunaan Basis Data (Database)

Arsitektur 3 Level Basis Data

Gambar 2.1 Arsitektur 3 Level Basis Data_
Gambar 2.1 Arsitektur 3 Level Basis Data

Conceptual view merupakan pandangan yang berkaitan dengan permasalahan data-data apa saja yang diperlukan untuk disimpan dalam basis data dan penjelasan mengenai hubungan antar data yang satu dengan lainnya. Conceptual view dapat disetarakan dengan schema, dilakukan database administrator

Physical view merupakan bentuk implementasi dari conceptual view, yaitu pandangan tentang bagaimana data disimpan dalam media penyimpan data

User view dapat disejajarkan dengan sub-schema.

Level pandang akan berbicara mengenai bagaimana basis data digunakan. Level pandang yang baik mempunyai kualifikasi sebagai berikut:
  • Program yangdipakai harus bersifat user-friendly
  • Penggunaan data base harus mempunyai tutorial yang tertulis, sehingga jelas bagaimana cara mengolah data base yang baik.
  • Panduan juga harus dapat bersifat online/terintregasi dengan program pengolah basis datanya.

Model Dasar Basis Data

- Hierarkis
Lebih dikenal dengan model pohon

Gambar 2.2Hierarkis
Gambar 2.2Hierarkis

- Jaringan
Tiap anak bisa memiliki lebih dari satu orang tua.

Gambar 2.3 Jaringan_
Gambar 2.3 Jaringan 

- Relasional
Menggunakan model berupa tabel berdimensi dua (yang disebut relasi atau tabel), memakai kunci tamu (foreign key) sebagai penghubung dengan tabel lain.



Perangkat Lunak dari DBMS

Gambar 2.4 Perangkat Lunak DBMS_
Gambar 2.4 Perangkat Lunak DBMS

Fungsi DBMS
  • Penyimpanan Data, Retrieval, dan Update.
  • Sebuah User-diakses Katalog.
  • Dukungan transaksi.
  • Layanan Kontrol konkurensi.
  • Recovery Services.
  • Layanan otorisasi.
  • Dukungan untuk Komunikasi Data.
  • Layanan integritas.
  • Layanan untuk Mempromosikan data Kemerdekaan.
  • Utilitas Jasa.

Arsitektur Multi-User DBMS

Teleprocessing
  • Arsitektur tradisional.
  • Mainframe tunggal dengan sejumlah terminal terpasang.
  • Trend sekarang menuju perampingan.

Gambar 2.5 topologi Teleprocessing_
Gambar 2.5 topologi Teleprocessing

File-Server
  • File-server dihubungkan ke beberapa workstation di dalam jaringan.
  • Database berada pada file-server.
  • DBMS dan aplikasi dijalankan pada setiap workstation.
  • Kekurangan meliputi:
  • Lalu lintas jaringan yang signifikan.
  • Fotokopi DBMS pada masing-masing workstation.
  • Concurrency, pemulihan dan integritas mengendalikan lebih kompleks.

Gambar 2.6 topologi File Server_
Gambar 2.6 topologi File Server

Server klien
  • Server memegang database dan DBMS.
  • Klien mengelola antarmuka pengguna dan menjalankan aplikasi.
  • Keuntungan meliputi:
    - akses yang lebih luas ke database yang ada;
    - peningkatan kinerja;
    - kemungkinan penurunan biaya perangkat keras;
    - pengurangan biaya komunikasi;
    - meningkat konsistensi.


Gambar 2.7 topologi Client Server_
Gambar 2.7 topologi Client Server

Transaction Processing Monitors

Program yang mengontrol transfer data antara klien dan server untuk menyediakan lingkungan yang konsisten, terutama untuk Online Transaction Processing (OLTP).

Pengolahan transaksi Memantau sebagai tingkat menengah dari arsitektur client-server three-tier_
Gambar 2.8 Pengolahan transaksi Memantau sebagai tingkat menengah dari arsitektur client-server three-tier

Bahasa DBMS

Semua DBMS paling tidak mempunyai dua macam perintah yang digunakan untuk mengelola dan mengorganisasikan data, yaitu :
  • Bahasa Defines Data (DDL/Data Definition Language), dan
  • Bahasa Manipulasi Data (DML/Data Manipulation Language)

Selain kedua macam perintah di atas, pada kebanyak DBMS sekarang juga terdapat perintah yang tergolong DCL (Data Control Language) yang berkaitan dengan pengaturan sekuritas terhadap basis data.

Bahasa Definis Data (DDL)

DDL adalah perintah-perintah yang biasa digunakan oleh administrator basis data (DBA untuk mendefiniskan skema ke DBMS. Skema adalah deskripsi lengkap tentang struktur medan, rekaman, dan hubungan data pada basis data. Tugas utama skema adalah menjabarkan struktur basis data kepada DBMS.

Eduloka | DDL juga dipakai untuk mendefinisikan subskema. Subskema adalah pandangan (view) bagi pengguna terhadap basis data. Subskema merupakan himpunan bagain dari skema. Dengan kata lain, subskema bias mencakup sebagaian atau seluruh bagain skema. Bila suatu item tak tercantum dalam sub skema seseorang pengguna, maka item tersebut tidak tersedia bagi pengguna bersangkutan. Sub skema dapat menjadi mekanisme pengamanan system basis data, yakni dengan mengatur hak pengaksesan item-item dalam basis data. DDL Juga digunakan untuk menciptakan, mengubah, dan menghapus basis data.

Bahasa Manipulasi Data (DML)

DML adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengubah, memanipulasi, dan mengambil data pada basis data. Tindakan seperti menghapus, mengubah dan mengabil data menjadi bagian dari DML. DML pada dasarnya dibagi menjadi 2 :
  1. Prosedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkannya.
  2. NonProsedural, yang menuntut pengguna menentukan data apa saja yang diperlukan tetapi tidak perlu menyebutkan cara mendapatkannya.

Daftar Pustaka
  1. Connoly, T., & Begg, c. (2010). database system; a practical approach to design, implementation and management (5th ed.). Harlow :Addison wesley
  2. Indrajani. (2011). Perancangan Basis Data Dalam All In 1, ISBN 978-979-27-9980-4, Jakarta: Elex Media Computindo
  3. Indrajani. (2011). Bedah Kilat 1 Jam – Pengantar dan Sistem Basis Data, ISBN 978-979-27-9695-7, Jakarta: Elex Media Computindo
  4. O'Brien, J. (2003). Introduction To Information Systems (11th ed.). New York: Mc Graw Hill

Sekian artikel tentang Memahami Arsitektur Basis Data dan Klasifikasi Model Data.

Keuntungan dan Kelebihan Penggunaan Basis Data (Database)

Keuntungan dan Kelebihan Penggunaan Basis Data (Database) - Dibandingkan dengan sistem yang berbasis kertas, DBMS memiliki 4 keunggulan yaitu :
  • Kepraktisan : Sistem yang berbasis kertas akan menggunakan kertas yang sangat banyak untuk menyimpan informasi, sedangkan DBMS menggunakan media penyimpanan sekunder yang berukuran kecil tetapi padat informasi.
  • Kecepatan : Mesin dapat mengambil atau mengubah data jauh lebih cepat daripada manusia.
  • Mengurangi kejemuan : orang cenderung menjadi bosan kalau melakukan tindakan-tindakan berulang yang menggunakan tangan (misalnya harus mengganti suatu informasi).
  • Kekinian : Informasi yang tersedia pada DBMS akan bersifat mutakhir dan akurat setiap saat.

Secara lebih detail, keuntungan basis data terhadap sistem pemrosesan berkas adalah dalam hal :
  • Mengurangi redudansi data
  • Integritas data
  • Indepensi data
  • Konsitensi data
  • Berbagi data
  • Sekuritas data
  • Penggunaan data lebih mudah

Keuntungan dan Kelebihan Penggunaan Basis Data (Database)_
image source: www.babastudio.com
baca juga: Pengertian Basis Data (Database) dan Syaratnya Menurut Ahli

Kebanyakan DBMS menyediakan mekanisme pengaturan sekuritas terhadap basis data berdasarkan wewenang pengguna. Sebagai contoh, Si A hanya boleh membaca suatu data, tetapi si B boleh mengubahnya. Sekuritas data sangat penting pada basis data, yaitu untuk menghindari pengaksesan data sensitif oleh orang yang tidak berhak.

Di dalam lingkungan basis data, data lebih mudah digunakan. Pada beberapa DBMS tersedia fasilitas query yang memudahkan pengguna untuk memperoleh informasi. Pengguna yang tidak memiliki kemampuan pemrograman pun dengan mudah bisa menggunakan fasilitas query tersebut. Bagi pemogram aplikasi, pembuatan program aplikasi juga dapat dilakukan dengan mudah, jauh lebih mudah dibandingkan dengan kalau menggunakan bahasa-bahasa konvensional seperti COBOL dan FORTRAN. Alhasil, keadaan ini dapat meningkatkan produktivitas pemrogram.

Komponen DBMS

Komponen-komponen utama DBMS dapat dibagi:
  • Perangkat keras
  • Data
  • Perangkat lunak 
  • Pengguna

Perangkat keras
Perangkat keras berupa komputer dan bagian-bagain di dalamnya, sepeti prosessor, memori dan hard disk. Komponen inilah yang melakukan pemrossesan dan juga untuk menyimpan basis data.

Data
Data di dalam basis data mempunyai sifat terpadu (integrated) dan berbagi (Shared).

a. Terpadu berarti bahwa berkas-berkas data yang ada pada basis data saling terkait, tetapi kemubaziran data tidak akan terjadi atau hanya terjadi sedikit sekali. Sebagai contoh, berkas PEGAWAI terdiri atas nama, alamat, divisi dan gaji pegawai, serta atribut-atribut lainnya sedangkan berkas PELATIHAN menyatakan kursus dan pelatihan yang diikuti oleh para pegawai. Pada saat mencatat pelatihan yang diikuti oleh seseorang, tentu saja data seperti divisi tempat pegawai bekerja tidak perlu disertakan, karena informasi mengenai hal ini bisa diperoleh dari tabel PEGAWAI. Dengan demikian, kemubaziran dapat dihindari.

b. Berbagi Data, berbagi data berarti bahwa data dapat dipakai oleh sejumlah pengguna. Lebih tegas lagi sesuatu data dapat diakses oleh sejumlah pengguna dalam waktu bersamaan. Sifat ini biasa terdapat pada sistem multiuser (kebalikan dari sistem yaitu sistem single-user, yakni sistem yang hanya memungkin satu orang yang bisa mengakses suatu data pada suatu waktu).

Perangkat Lunak
Perangkat lunak, dalam hal ini DBMS, berkedudukan antara basis data (data yang disimpan dalan hard disk) dan pengguna. Perangkat lunak inilah yang berperan melayani permintaan-permintaan pengguna

Pengguna (User)
Pengguna dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori :
  • Pengguna akhir,
  • Pemrogram aplikasi 
  • Administrator basis data

Pemrogram aplikasi adalah orang yang membuat program aplikasi yang menggunakan basis data. Program aplikasi yang dibuat tentu saja sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Pengguna akhir dapat dibagi menjadi 2 macam :
  • Pengguna aplikasi, dan
  • Pengguna interaktif

Pengguna palikasi adalah orang yang mengoperasikan program aplikasi yang dibuat oleh pemrogram aplikasi.

Pengguna interkatif adalah orang yang dapat memberikan perintah-perintah beraras tinggi pada antarmuka basis data yang tersedia (misalnya dengan menggunakan perintah SELECT, INSERT dan sebagainya) atau melakukan perintah-perintah melalui antarmuka berbasis menu.

Administrator basis data (DBA/database Administrator) adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan basis data. Secara lebih detail, tugas DBA adalah sebagai berikut :
  • Mendefiniskan basis data
  • DBA menentukan struktur basis data
  • Menentukan sekuritas basis data

Gambar 1.2 DBMS

File dan Media Penyimpanan

Ingatkah anda pada ilustrasi tentang bank Pahala yang telah merekam sesuatu ke dalam disket. Sesuatu tadi, yang disebut dengan data, yang asalnya dari data sekunder (misalnya berupa bukti pembelian mobil dari dealer yang asalnya berbentuk kertas faktur pembelian) jika sudah berada dalam disket atau telah direkam ke dalam media penyimpanan akan disebut sebagai File. Dengan kata lain, file adalah data yang telah disimpan dalam media penyimpanan.

Contoh file yang berfungsi sebagai data (disebut: juga data file) dari sebuah sistem basis data misalnya file-file yang berekstensi .dbf, .mdb (File-file berekstensi .txt misalnya, amat sulit untuk bisa menjadi data file, namun dengan perkembangan komputer yang semakin maju, file-file berekstensi .doc atau .xls misalnya, bisa menjadi data file juga).

Daftar Pustaka
  1. Connoly, T., & Begg, c. (2010). database system; a practical approach to design, implementation and management (5th ed.). Harlow :Addison wesley 
  2. Indrajani. (2011). Perancangan Basis Data Dalam All In 1, ISBN 978-979-27-9980-4, Jakarta: Elex Media Computindo 
  3. Indrajani. (2011). Bedah Kilat 1 Jam – Pengantar dan Sistem Basis Data, ISBN 978-979-27-9695-7, Jakarta: Elex Media Computindo 
  4. O'Brien, J. (2003). Introduction To Information Systems (11th ed.). New York: Mc Graw Hill 

Pengertian Basis Data (Database) dan Syaratnya Menurut Ahli

Pengertian Basis Data (Database) dan Syaratnya Menurut Ahli - Basis data adalah kumpulan data yang disusun secara sistematik dan terorganisasi sesuai dengan metode dan kaidah yang berlaku, yang dikelola dan dipelihara agar menghasilkan informasi berdayaguna. Dalam istilah komputerisasi, basis data adalah bentuk kumpulan data seperti yang telah dijelaskan di atas namun sudah tersimpan dalam media penyimpanan.

Eduloka | Kwitansi atau faktur pembelian mobil (berupa kertas tertulis, fotokopi atau berkas) dari dealer penjual yang dimiliki oleh Mandra bukanlah informasi, bukan pula Basis Data, melainkan data sekunder semata. Jika data sekunder itu diolah dan dimasukkan ke dalam media penyimpanan, misalnya disket, maka ‘sesuatu yang ada di dalam disket’ itu barulah disebut data. Disebut data bukan karena disimpan dalam disket, melainkan karena sudah diolah.

Pengguna sistem basis data bisa melakukan berbagai macam kegiatan seperti:
  • Menambah data baru (insert)
  • Mengubah data yang telah terekam (edit)
  • Menghapus data yang sudah terekam (delete)
  • Memodifikasi struktur basis data yang ada (modify)
  • Mencari dan menyajikan informasi tertentu (query)

Pengertian Basis Data (Database) dan Syaratnya Menurut Ahli_
image source: theblueskylab.com
baca juga: Memahami Teknik Normalisasi Lanjut Perancangan Basis Data

Syarat Basis Data

Basis data harus dapat memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a. Mengatasi masalah redudansi (duplikasi) dan inkonsitensi data.

Contoh kasus: Di bagian keuangan sebuah perusahaan, terdapat master file pegawai yang digunakan sebagai input/masukan membayar gaji pegawai. Sementara di bagian personali atau SDM terdapat juga file yang sama. Suatu ketika ada pegawai baru yang diangkat pada perusahaan tersebut, maka data pegawai baru tersebut harus dimasukkan ke dalam file pegawai yang ada di bagian SDM dan file yang ada di bagian Keuangan, hal ini akan menyebabkan redudansi data atau terjadinya inkonsistensi data.

b. Mengatasi masalah kesulitan akses data

Sebuah perusahaan biasa mengirimkan surat penwaran barang kepada para pelanggannya, akan tetapi data mengenai pelanggan tersebut tidak pernah dijadikan basis data. Suatu saat hendak dicetak laporan mengenai jumlah pelanggan perusahaan, sekalipun data-data pelanggan diketahui, tetap akan sulit mendapatkan laporan yang dimaksud karena data pelanggan tidak pernah dikumpulkan untuk menjadi basis data.

c. Mengatasi masalah isolasi data

Jika kasus pada bagian keuangan dan bagian personalia sebelumnya tidak terpecahkan, tentunya akan sulit untuk mendapatkan data dalam format yang sama, oleh karena itu diperlukan basis data yang struktur rancangannya mempunyai aturan yang baku.

d. Multiple user

Data base yang baik tentunya bertumpu pada suatu pusat data. Data yang terpusat dan terintegrasi tersebut harus bisa digunakan secara bersama (berbagi pakai) antara pengguna yang satu dengan yang lainnya, untuk itu diperlukan adanya jaringan LAN (local Area Network)

e. Masalah keamanan data (security data)

Tidak semua pemakai database boleh mengakses dengan bebas basis data. Ada aturan dan kewenangan yang dibuat oleh DBA dan harus dipatuhi oleh semua pengguna basis data, karena itulah dalam jaringan komputer (LAN) ada hak dan wewenang user.

Sejarah DBMS

Sistem pemrosesan berkas tradisional.
  • Tiap aplikasi memiliki berkas sendiri sendiri
  • Dependensi data-program

Perubahan data membuat sejumlah program perlu dimodifikasi
  • Duplikasi data

Data yang sama muncul pada beberapa berkas
  • Keterbatasan berbagi data (Isolasi data - banyak format file)
  • Waktu pengembangan lama

Perlu membuat program untuk mengakses data
  • Problem integritas (kekonsistensian)
Kekakangan integritas (misalnya saldo >) menjadi bagian dari program
  • Keamanan data tidak terjamin

Definisi DBMS pada sejumlah literatur sangatlah bervariasi. Secara umum, DBMS diartikan sebagai suatu program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memanipulasi dan memperoleh data informasi dengan praktis dan efisien.


Daftar Pustaka
  1. Indrajani. (2011). Bedah Kilat 1 Jam – Pengantar dan Sistem Basis Data, ISBN 978-979-27-9695-7, Jakarta: Elex Media Computindo