Tampilkan postingan dengan label Sistem Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Jaringan. Tampilkan semua postingan

16/01/16

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4)

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) - Artikel kali ini akan membahas tentang pengalamatan pada IPv4 yang mencakup hirarki. Melalui artikel ini diharapkan dapat memahami  bagaimana melakukan pengalamatan dengan IPv4.

Hirarki Pengalamatan IPv4

32-bit IPv4 address merupakan sebuah hirarki yang terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian pertama untuk menentukan network dan bagian kedua menentukan host pada jaringan. Pengalamatan pada IPv4 dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 8 bit bits (octets). Setiap octet dikonversi ke bilangan desimal dan alamat lengkap ditulis dengan bilangan desimal yang dipisah dengan sebuah titik.

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4)_

Pada sebuah network or a subnetwork, host berkomunikasi dengan yang lain tidak memerlukan Network layer intermediary device. Pada saat sebuah host ingin berkomunikasi dengan yang lain, perangkat intermediary atau router bertindak sebagai gateway dengan network lain.

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 2_

Sebuah host memiliki sebuah default gateway address. Gateway address merupakan sebuah alamat dari sebuah router yang menghubungkan ke network yang sama sebagai host. Untuk berkomunikasi dengan sebuah perangkat pada network lain, sebuah host menggunakan alamat dari gateway ini atau default gateway untuk meneruskan paket keluar local network.

Routing IP Packet

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 3_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 4_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 5_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 6_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 7_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 8_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 9_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 10_
       
Gateway

Gateway dikenal juga sebagai default gateway diperlukan untuk mengirim sebuah paket keluar jaringan lokal. Jika pada bagian network dari alamat tujuan berbeda dengan bagian network dari host asal, maka paket akan dikirimkan ke jaringan luar. Untuk melakukan hal ini, maka paket dikirim ke gateway. Gateway ini merupakan sebuah router yang dihubungkan ke jaringan lokal. Gateway interface memiliki sebuah Network layer address yang cocok dengan network address hosts.

Default Gateway

Default gateway dikonfigurasi pada sebuah host. Pada saat Internet Protocol (TCP/IP) Properties tools digunakan untuk masuk ke default gateway IPv4 address. Host IPv4 address dan gateway address harus memiliki bagian network yang sama.

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 11_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 12_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 13_

No packet can be forwarded without a route. Whether the packet is originating in a host or being forwarded by an intermediary device, the device must have a route to identify where to forward the packet.

A host must either forward a packet to the host on the local network or to the gateway, as appropriate. To forward the packets, the host must have routes that represent these destinations.

A router makes a forwarding decision for each packet that arrives at the gateway interface. This forwarding process is referred to as routing. To forward a packet to a destination network, the router requires a route to that network. If a route to a destination network does not exist, the packet cannot be forwarded.

The destination network may be a number of routers or hops away from the gateway. The route to that network would only indicate the next-hop router to which the packet is to be forwarded, not the final router. The routing process uses a route to map the destination network address to the next hop and then forwards the packet to this next-hop address.

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 14_

Pengertian dan Struktur Pengalamatan Jaringan IPv4 (IP versi 4) 15_


DAFTAR PUSTAKA
  • Stallings, W. [2011] Data and Computer Communications (8th edition), Prentice Hall, Upper Saddle River NJ, chapter 1
  • CCNA exploration 4.0 Network Fundamental

04/12/15

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh - Artikel ini membahas tentang protokol dan fungsi dari Network Layer. Melalui artikel ini diharapkan dapat memahami bagaimana protokol pada layer Network beserta fungsinya.

Komunikasi Host ke Host

Network layer, atau OSI Layer 3, menyediakan pertukaran data individu pada jaringan antara end device. Layer 3 menggunakan 4 proses dasar:
  • Addressing
  • Encapsulation
  • Routing
  • Decapsulation

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh_
image source: cloud.com
baca juga: Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh

1. Addressing

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 1_

Network layer harus menyediakan sebuah mekanisme pengalamatan end device. Jika potongan data individu harus diarahkan ke sebuah end device, device tersebut harus memiliki sebuah alamat yang unik. Pada IPv4 network, jika alamat ditambahkan ke sebuah perangkat atau device, perangkat tersebut disebut sebagai host.

2. Encapsulation

Network layer harus menyediakan enkapsulasi. Tidak hanya perangkat yang harus diidentifikasi dengan sebuah alamat, potongan individu Network layer PDUs juga harus berisi alamat ini. Selama proses enkapsulasi, Layer 3 menerima Layer 4 PDU dan menambahkan sebuah Layer 3 header, atau label, untuk menciptakan Layer 3 PDU, dan disebut sebagai paket.

Pada saat paket dibuat, headernya harus berisi informasi lain seperti alamat host tujuan. Alamat ini dikenal sebagai destination address. Layer 3 header juga berisi alamat dari host asal yang disebut source address.

Setelah Network layer menyelesaikan proses enkapsulasinya, paket dikirim ke layer berikutnya Data Link layer untuk persiapan pengangkutan melalui medium

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 2_

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 3_

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 4_

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 5_

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 6_

3. Routing

Network layer harus menyediakan layanan untuk mengarahkan paket ke host tujuan. Host sumber dan tujuan tidak selalu tersambung pada network yang sama, sehingga paket bisa saja melewati banyak jaringan yang berbeda. Sepanjang perjalanan, setiap paket harus diarahkan sepanjang network untuk mencapai tujuan akhirnya. Intermediary devices yang menghubungkan antar network disebut routers. Router berfungsi untuk memilih jalur dan mengarahkan paket ke tujuannya. Proses ini disebut sebagai routing. Selama routing melalui sebuah internetwork, packet akan melewati banyak intermediary devices. Setiap rute dimana sebuah packet mencapai perangkat berikutnya disebut hop.

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 7_

4. Decapsulation

Paket sampai pada host tujuan dan diproses pada Layer 3. Host memeriksa alamat tujuan untuk memverifikasi bahwa packet dialamati untuk perangkat ini. Jika alamatnya benar, maka paket di dekapsulasi oleh Network layer dan Layer 4 PDU berisi paket dilanjutkan ke Transport layer.

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 8_

Network Layer Protokol

Protokol yang diimplementasikan pada Network layer:
  • Internet Protocol version 4 (IPv4)
  • Internet Protocol version 6 (IPv6)
  • Novell Internetwork Packet Exchange (IPX)
  • AppleTalk
  • Connectionless Network Service (CLNS/DECNet)

Internet Protocol version 4 (IPv4)

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 9_


Karakteristik Ipv4

1. Connectionless : tidak ada koneksi yang dibuat sebelum mengirimkan paket data

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 10_
2. Best Effort (unreliable) : tidak ada overhead yang digunakan untuk menjamin pengiriman paket.

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 11_
3. Media Independent – beroperasi secara independen terhadap medium yang membawa data

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 12_

IP Packet

IPv4 encapsulates, atau packages, Transport layer segment atau datagram sehingga network dapat mengirimkannya ke host tujuan.

Proses enkapsulasi IPv4

1. Transport layer menambahkan sebuah header ke segmen agar dapat dihitung dan diurut pada tujuan

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 13_

2. Network layer menambahkan sebuah header sehingga paket dapat diarahkan ke jaringan dan mencapai tujuan nya

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 14_

3. Pada TCP/IP network layer PDU adalah IP Packet

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 15_

IPv4 Packet Header

Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 16_

Ada 6 bagian utama pada sebuah IPv4 packet header:
  • IP Source Address
  • IP Destination Address
  • Time-to-Live (TTL)
  • Type-of-Service (ToS)
  • Protocol
  • Fragment Offset

IP Source Address

IP Source Address field berisi 32-bit biner yang merepresentasikan packet source Network layer host address.

IP Destination Address

IP Destination Address field berisi 32-bit biner yang merepresentasikan packet destination Network layer host address.

Time-to-Live

Time-to-Live (TTL) terdiri dari 8-bit biner yang mengindikasikan waktu tersisa "life" packet. Nilai TTL akan dikurangi 1 setiap paket diproses oleh 1 router (setiap hop). Pada saat nilai sama dengan nol, router akan membuang paket dan dihapus dari aliran data jaringan.

Mekanisme ini bertujuan untuk menghindari paket yang tidak mencapai tujuannya dari forward tanpa batas antar router dalam sebuah routing loop. Jika routing loops mengizinkan untuk lanjut, maka jaringan akan padat dengan paket data yang tidak akan pernah mencapai tujuan sehingga menimbulkan kemacetan.

Pengurangan nilai TTL pada setiap hop menjamin bahwa ketika nilainya sam dengan nol, paket akan dibuang.

Type-of-Service

Bagian Type-of-Service terdiri dari 8-bit biner yang digunakan untuk menentukan prioritas dari setiap paket. Nilai ini mengizinkan sebuah mekanisme Quality-of-Service (QoS) diimplementasikan untuk paket dengan prioritas yang tinggi seperti telephony voice data. Router yang memproses paket dapat dikonfigurasi untuk memutuskan paket mana yang akan dikirim pertama kali berdasarkan nilai Type-of-Service.

Protocol

Terdiri dari 8-bit biner yang mengindikasikan jenis data payload dimana packet dibawa. Protocol field mengizinkan Network layer untuk melewatkan datanya ke layer protocol bagian atas.

Contoh nilainya antara lain:
  • 01 ICMP
  • 06 TCP
  • 17 UDP

Fragment Offset

Sebuah router terkadang harus membagi sebuah packet pada saat meneruskannya dari satu medium ke medium yang memiliki MTU lebih kecil. Pada pembagian terjadi, paket IPv4 menggunakan Fragment Offset field dan MF flag pada IP header untuk menggabungkan kembali paket paket pada saat sampai di host tujuan. fragment offset field menentukan urutan packet fragment dalam penggabungan ulang.

- More Fragments flag
More Fragments (MF) flag terdiri dari bit biner tunggal dalam Flag field yang digunakan dengan Fragment Offset untuk fragmentasi dan rekonstruksi paket. Pada saat host penerima melihat sebuah paket datang dengan MF = 1, host tersebut memeriksa fragment Offset untuk melihat dimanakah fragment ini ditempatkan pada reconstructed packet. Pada saat host penerima menerima sebuah frame dengan MF = 0 dan sebuah nilai non-zero dalam Fragment offset, host akan menempatkan fragment pada bagian akhir reconstructed packet. Sebuah unfragmented packet memiliki semua zero fragmentation information (MF = 0, fragment offset =0).

- Don't Fragment flag
Don't Fragment (DF) flag terdiri dari bit tunggal dalam Flag field yang mengindikasikan bahwa fragmentasi dari packet tidak diizinkan. Jika Don't Fragment flag bit di set, maka fragmentasi dari paket ini tidak diizinkan. jika sebuah router harus mem- fragment sebuah packet untuk mengizinkannya lewat ke Data Link layer tetapi DF bit di set 1, maka router akan membuang packet ini.

Version
Berisi IP version number (4)

Header Length (IHL)
Menentukan ukuran dari packet header.

Packet Length
Field ini memberikan ukuran paket keseluruhan termasuk header dan data dalam bytes.

Identification
Field ini digunakan untuk uniquely identifying fragments dari sebuah original IP packet

Header Checksum
Checksum field digunakan untuk pemeriksaan error packet header.

Options
There is provision for additional fields in the IPv4 header to provide other services but these are rarely used.

Contoh
Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh 17_

DAFTAR PUSTAKA
  1. Stallings, W. [2011] Data and Computer Communications (8th edition), Prentice Hall, Upper Saddle River NJ, chapter 1
  2. CCNA exploration 4.0 Network Fundamental

Sekian artikel tentang Pengertian dan Cara Kerja Network Layer Beserta Contoh.

17/11/15

Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh

Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh - E-mail merupakan layanan paling popular. E-mail membutuhkan beberapa aplikasi dan layanan layanan. 2 contoh Application layer protocols adalah Post Office Protocol (POP) dan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP).

Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh_
Pada saat seseorang membuat sebuah pesan e-mail, maka menggunakan sebuah aplikasi yaitu Mail User Agent (MUA), atau e-mail client. MUA mengizinkan pesan untuk dikirim dan menempatkan pesan yang diterima kedalam mailbox client.

Untuk menerima pesan e-mail dari sebuah e-mail server, e-mail client menggunakan POP. Pengiriman e-mail dari client atau server menggunakan pesan dengan format dan perintah string ditentukan oleh SMTP protocol.

E-Mail Server Processes

Email server menjalanjan 2 buah proses terpisah :
  1. Mail Transfer Agent (MTA) 
  2. Mail Delivery Agent (MDA) 

Mail Transfer Agent (MTA) digunakan untuk forward e-mail. MTA menerima sebuah pesan dari MUA atau dari MTA yang lain pada email server yang lain. Berdasarkan pada header pesan, dapat ditentukan bagaimana sebuah pesan harus di forward untuk mencapai tujuannya. Jika mail dialamatkan ke sebuah user dimana mailboxnya pada server local, maka mail tersebut akan dikirimkan ke Mail Delivery Agent (MDA), jika mail untuk user diluar server local, maka MTA me route e-mail ke MTA pada server yang ditentukan.

E-mail server -- MTA

Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh 1_

E-mail server -- MDA

Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh 2_

Mail Delivery Agent (MDA) menerima sebuah potongan e-mail dari sebuah Mail Transfer Agent (MTA) dan langsung mengirimkannya. MDA menerima semua inbound mail dari MTA dan menempatkannya ke users' mailboxes yang cocok. MDA dapat juga menyelesaikan final delivery issues, seperti virus scanning, spam filtering, dan return-receipt handling. Sebagian besar komunikasi e-mail menggunakan aplikasi MUA, MTA, dan MDA.

Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh 3_

E-mail menggunakan protocol POP dan SMTP.

POP dan POP3 (Post Office Protocol, version 3) merupakan inbound mail delivery protocols dan berjenis client/server protocols. POP dan POP3 mengirim e-mail dari e-mail server ke client (MUA). MDA mendengarkan pada saat client terhubung ke sebuah server. Pada saat koneksi tercipta, maka server dapat mengirimkan e-mail ke client.

Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), mengatur transfer outbound e-mail dari sending client ke e-mail server (MDA), begitu juga dengan transport e-mail antara e-mail servers (MTA). SMTP mengizinkan e-mail untuk dibawa melalui data networks antara jenis server yang berbeda dan client software dan memungkinkan perubahan e-mail pada internet.

SMTP protocol message format menggunakan serangkaian perintah dan jawaban standar. Perintah ini mendukung prosedur yang digunakan dalam SMTP, seperti session initiation, mail transaction, forwarding mail, verifying mailbox names, expanding mailing lists, dan the opening dan closing exchanges.

Beberapa SMTP protocol :
  • HELO - identifies the SMTP client process to the SMTP server process
  • EHLO - Is a newer version of HELO, which includes services extensions
  • MAIL FROM - Identifies the sender
  • RCPT TO - Identifies the recipient
  • DATA - Identifies the body of the message

File Transfer Protocol (FTP)

File Transfer Protocol (FTP) dikembangkan untuk mengizinkan file transfers antara client dan server. FTP client merupakan sebuah aplikasi yang berjalan pada sebuah computer computer yang menggunakan untuk push dan pull files dari sebuah server yang menjalankan FTP daemon (FTPd).

Agar transfer files berjalan dengan sukses, FTP membutuhkan 2 koneksi antara client dan server: satu untuk commands dan replies, yang lain untuk file transfer.

  • Client menciptakan koneksi pertama ke server pada TCP port 21. Koneksi ini digunakan untuk control traffic, berisi client commands dan server replies.
  • Client menciptakan koneksi kedua ke server pada TCP port 20. Koneksi ini untuk file transfer dan akan dibuat setiap saat jika dengan sebuah file ditransfer.


File transfer bias terjadi 2 arah yaitu client dapat melakukan download (pull) sebuah file dari server atau client dapat upload (push) file ke server.

Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh 4_

Dynamic Host Confirmation Protocol (DHCP)

DHCP mengizinkan perangkat pada sebuah jaringan untuk menentukan IP address dan informasi lain dari sebuah DHCP server. Layanan ini memberikan IP addresses, subnet masks, gateway dan IP networking parameters lainnya secara otomatis.

DHCP mengizinkan sebuah host mendapatkan IP address secara dinamis pada saat terhubung dengan jaringan. DHCP server dihubungi dan sebuah alamat diminta. DHCP server memilihkan sebuah alamat dari range alamat yang sudah diseting yang disebut sebuah pool dan memberikannya ("leases") ke host untuk waktu yang ditentukan,

Pada jaringan LAN yang besar, atau pada populasi perubahan user yang sangat sering sekali, DHCP sangat disarankan. User baru akan dating dengan membawa laptop dan memerlukan sebuah koneksi. Yang lain memiliki workstation baru dan juga membutuhkan sbeuah koneksi. Dari pada seorang network administrator memberikan IP addresses untuk setiap workstation atau user, maka lebih efisien memberikan IP addresses secara otomatis menggunakan DHCP.

DHCP distributed addresses are not permanently assigned to hosts but are only leased for a period of time. If the host is powered down or taken off the network, the address is returned to the pool for reuse. This is especially helpful with mobile users that come and go on a network. Users can freely move from location to location and re-establish network connections. The host can obtain an IP address once the hardware connection is made, either via a wired or wireless LAN.

DHCP makes it possible for you to access the Internet using wireless hotspots at airports or coffee shops. As you enter the area, your laptop DHCP client contacts the local DHCP server via a wireless connection. The DHCP server assigns an IP address to your laptop.

As the figure shows, various types of devices can be DHCP servers when running DHCP service software. The DHCP server in most medium to large networks is usually a local dedicated PC-based server.

With home networks the DHCP server is usually located at the ISP and a host on the home network receives its IP configuration directly from the ISP.

DHCP can pose a security risk because any device connected to the network can receive an address.. This risk makes physical security an important factor when determining whether to use dynamic or manual addressing.

Dynamic and static addressing both have their places in network designs. Many networks use both DHCP and static addressing. DHCP is used for general purpose hosts such as end user devices, and fixed addresses are used for network devices such as gateways, switches, servers and printers.

Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh 5_

Without DHCP, users have to manually input the IP address, subnet mask and other network settings in order to join the network. The DHCP server maintains a pool of IP addresses and leases an address to any DHCP-enabled client when the client is powered on. Because the IP addresses are dynamic (leased) rather than static (permanently assigned), addresses no longer in use are automatically returned to the pool for reallocation. When a DHCP-configured device boots up or connects to the network, the client broadcasts a DHCP DISCOVER packet to identify any available DHCP servers on the network. A DHCP server replies with a DHCP OFFER, which is a lease offer message with an assigned IP address, subnet mask, DNS server, and default gateway information as well as the duration of the lease.

The client may receive multiple DHCP OFFER packets if there is more than one DHCP server on the local network, so it must choose between them, and broadcast a DHCP REQUEST packet that identifies the explicit server and lease offer that the client is accepting. A client may choose to request an address that it had previously been allocated by the server.

Assuming that the IP address requested by the client, or offered by the server, is still valid, the server would return a DHCP ACK message that acknowledges to the client the lease is finalized. If the offer is no longer valid - perhaps due to a time-out or another client allocating the lease - then the selected server will respond with a DHCP NAK message (Negative Acknowledgement). If a DHCP NAK message is returned, then the selection process must begin again with a new DHCP DISCOVER message being transmitted.

Once the client has the lease, it must be renewed prior to the lease expiration through another DHCP REQUEST message.

The DHCP server ensures that all IP addresses are unique (an IP address cannot be assigned to two different network devices simultaneously). Using DHCP enables network administrators to easily reconfigure client IP addresses without having to manually make changes to the clients. Most Internet providers use DHCP to allocate addresses to their customers who do not require a static address.

Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh 6_

FILE SHARING

The Server Message Block (SMB) is a client/server file sharing protocol. IBM developed Server Message Block (SMB) in the late 1980s to describe the structure of shared network resources, such as directories, files, printers, and serial ports. It is a request-response protocol . Unlike the file sharing supported by FTP, clients establish a long term connection to servers. Once the connection is established, the user of the client can access the resources on the server as if the resource is local to the client host.

SMB file-sharing and print services have become the mainstay of Microsoft networking. With the introduction of the Windows 2000 series of software, Microsoft changed the underlying structure for using SMB. In previous versions of Microsoft products, the SMB services used a non-TCP/IP protocol to implement name resolution. Beginning with Windows 2000, all subsequent Microsoft products use DNS naming. This allows TCP/IP protocols to directly support SMB resource sharing, as shown in the figure.

The LINUX and UNIX operating systems also provide a method of sharing resources with Microsoft networks using a version of SMB called SAMBA. The Apple Macintosh operating systems also support resource sharing using the SMB protocol.

Pengertian dan Cara Kerja Mail Server Serta Contoh 7_

DAFTAR PUSTAKA
  1. Stallings, W. Data and Computer Communications (8th edition), Prentice Hall, Upper Saddle River NJ, chapter 1
  2. CCNA exploration 4.0 Network Fundamental

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System)

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) - Pada data network, perangkat diberi nama dengan IP Address dalam bentuk numeric, agar dapat berpartisipasi dalam pengiriman dan penerimaan pesan dalam jaringan. Manusia, sebagian besar memiliki kelemahan dalam hal mengingat angka angka, dan cendeerung lebih mudah mengingat dalam format huruf. Karena hal ini, maka dibuatlah sebuah domain names yang berfungsi untuk melakukan konversi dari alamat numeric menjadi sebuah nama.

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System)_
image source: hostingwisdom.com
baca juga: Protokol Dan Fungsi Layer Aplikasi Serta Fungsinya

Ilustrasi DNS

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 1_

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 2_

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 3_

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 4_

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 5_

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 6_

Suatu DNS server menyediakan name resolution menggunakan name daemon atau named (pronounced name-dee).

DNS server menyimpan berbagai jenis resource records yang digunakan untuk menyelesaikan names. Record ini berisi name, address, dan jenis record.

Jenis-Jenis Record DNS :

  • A → end device address
  • NS → authoritative name server
  • CNAME → canonical name (Fully Qualified Domain Name) untuk sebuah alias; yang digunakan pada saat multiple services memiliki network address tunggal tetapi setiap service memiliki entri ke DNS
  • MX → mail exchange record; memetakan sebuah domain name ke sebuah list of mail exchange servers untuk domain tersebut


Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 7_

HIRARKI DNS

Domain Name System menggunakan sebuah system hirarki untuk membuat sebuah name database yang menyediakan name resolution. Hirarki terlihat seperti pohon terbalik, akarnya dibagian atas dan cabangnya dibagian bawah.

Top Level

Bagian paling atas dari hirarki adalah root servers yang mengelola records tentang bagaimana cara mencapai top-level domain servers, yang memiliki records ke secondary level domain servers dan seterusnya.

Contoh top-level domains:

  • au - Australia
  • co - Colombia
  • com - bisnis atau insdustri
  • jp – Japan
  • org - organisasi non-profit


Setelah top-level domains adalah second-level domain names, dan yang lain adalah lower level domains. Setiap domain name merupakan bagian bawah dari pohon terbalik yang dimulai dari root.

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 8_

Contoh :

  • Root DNS tidak mengetahui persis dimana sebuah email server berada contoh mail.cisco.com. tetapi Root DNS mengelola sebuah record untuk “com” domain pada Top Level Domain.
  • Begitu juga dengan server dalam “com” domain, mungkin tidak memiliki sebuah record untuk mail.cisco.com, tetapi memiliki sebuah record untuk domain “cisco.com”
  • Servers dalam domain cisco.com memiliki sebuah record (MX record to be precise) untuk mail.cisco.com.


WWW & HTTP

Ketika sebuah alamat web (URL) diketikkan pada sebuah web browser, web browser membuat sebuah koneksi ke web service yang berjalan pada server menggunakan HTTP protocol. URL (Uniform Resource Locator) dan URI (Uniform Resource Identifier) adalah istilah istilah pada alamat web.

URL http://www.cisco.com/index.html merupakan sebuah contoh URL yang mengacu kesebuah sumber daya tertentu yaitu halaman web yang bernama index.html pada server yang diidentifikasi cisco.com.

Ilustrasi prosedur HTTP

1. Web browsers merupakan sebuah aplikasi client pada computer kita yang akan menghubungkan ke World Wide Web dan mengakses sumber daya yang disimpan pada web server.

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 9_

2. Untuk mengakses content, web clients membuat koneksi ke server dan meminta sumber daya yang diinginkan.

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 10_

3. server menjawab dengan sumber daya yang dimaksud

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 11_

4. Ketika menerima sumber daya tersebut maka browser menterjemahkan data dan menampilkannya ke user.

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 12_

Browser dapat menterjemahkan dan menampilkan berbagai jenis data seperti plain text atau Hypertext Markup Language (HTML, bahasa untuk membangun halaman web pages). Jenis data yang lain, akan memerlukan layanan atau program lain, disebut plug-ins atau add-ons. Untuk membantu browser menentukan jenis data apa yang diterima receiving, server menentukan file berisi jenis data apa.

Contoh implementasi

http://www.cisco.com/web-server.htm.

1. Browser menterjemahkan 3 bagian pada URL:

  • http (protocol or scheme)
  • www.cisco.com (Nama server)
  • web-server.htm (nama file yang diminta).


2. Browser kemudian memeriksa dengan sebuah nama server untuk konversi www.cisco.com menjadi alamat numeric, yang nanti digunakan untuk menghubungi server.

3. Menggunakan HTTP , browser mengirimkan sebuat perintah GET ke server dan meminta file web-server.htm

4. Server mengirimkan kembali kode HTML untuk halaman web ini ke browser.

5. Browser menterjemahkan kode dan format HTML halaman tersebut untuk browser window

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) merupakan salah satu protocol pada TCP/IP. Berfungsi untuk menentukan sebuah request/response protocol. Pada saat client contohnya web browser, mengirimkan sebuah request message ke server, HTTP protocol menentukan jenis pesan client digunakan untuk request halaman web dan juga jenis pesan server yang digunakan untuk merespon. Ada 3 jenis pesan yang umum digunakan, yaitu sebagai berikut:

1. GET
Merupakan sebuah client request data. Sebuah web browser mengirimkan pesan GET untuk meminta halaman halaman dari sebuah web server.

Pengertian dan Cara Kerja DNS (Domain Name System) 13_

Pada saat server menerima GET request, maka server akan merespon dengan sebuah baris status, seperti HTTP/1.1 200 OK, dan sebuah pesan error, atau informasi yang lain.

2. POST & PUT

Digunakan untuk mengirimkan pesan upload data ke web server. Sebagai contoh pada saat user mamasukkan data ke sebuah form pada web page, POST menambahkan data dalam pesan yang dikirim ke server.

PUT mengupload sumber daya atau isi dari web server.

DAFTAR PUSTAKA
  1. Stallings, W. Data and Computer Communications (8th edition), Prentice Hall, Upper Saddle River NJ, chapter 1
  2. CCNA exploration 4.0 Network Fundamental